Sabtu, 26 September 2015

IJASAH ILMU GENDAM PENUNDUK TUJUH LAPIS BUMI

 
 
 
 
 
 
3 Votes

BERIKUT SAYA IJASAHKAN BAGI SAUDARA PEMBACA BLOG KWA YANG INGIN MEMILIKI ILMU GENDAM
Untuk menjaga kerukunan ada kalanya kita harus menampakkan ketegasan dan disegani oleh mahluk apa saja dan siapa saja, apakah itu pasangan kita(suami/isteri/pacar/bos dll). Apabila bila dia marah dan mengajak bertengkar maka berikut ini ilmu menundukkannya dan mengikuti apa mau kita. Ketika anda selesai membacanya, tidak hanya manusia tapi binatang yang galak sekalipun akan hilang marahnya dan bahkan rela untuk tunduk pada kemauan anda.
Caranya:
Baca doa mantra ini dan setelah berdoa maka hentakkan kaki ke tanah/lantai (bahasa jawanya GEDRUK TANAH 1 x) selanjutnya lihatlah matanya maka dia akan luluh tunduk mengikuti anda seperti kerbau dicocok hidungnya. Inilah mantra doa sekali ucap langsung terjadi kun fayakun.
===
Bismillahirrohmanirrohim  Robbighfirli  1 x
Ya Qowiyyu Ya Matiin  (7X TAHAN NAPAS)
lanjutkan membaca 1 x…
Allah berdiri Muhammad berhenti
Larilah Adam supaya Allah berdiri di hadapanmu
Kau tunduk aku tertawa hak Allah
Karena aku dikandung kalimah Laa Ilaha Ilallah
Muhammadur Rosulullah
Hak semua makhluk di muka bumi
Saya hentakkan ke dalam tujuh lapis bumi
=====
Demikian semoga bermanfaat untuk amar makruf nahi munkar/ menegakkan kebenaran dan menolak/menjauhi kemunkaran.

PENGOBATAN ALTERNATIF UNTUK SAKIT GATAL

 
 
 
 
 
 
2 Votes

Penyakit gatal meski seakan remeh namun bila tidak kunjung sembuh tentu saja mengganggu aktivitas sehari-hari. Apalagi sampai berbulan-bulan bahkan bertahun-tahun. Berikut CARA ilmu hikmah Melayu untuk mengobati sakit gatal.
Caranya: ambil air dari sumber mata air yang bersih dan baca mantra doa ini 3 x lalu hembuskan ke aiR seember tadi dan gunakan untuk mandi penderita.
doa mantranya:
BISMILLAHIRROHMANIRROHIM
CAK RAJO MATI SAMSILA RAJO MATI
WALILLAH  ENGKAU RAJO PENYAKIT
BERKAT DOA LAILAHA ILALLLAH
BERKAT MUHAMMADUR RASULULLAH
Demikian yang bisa kami sampaikan pada kesempatan kali ini. Harapan kami semua penyakit yang anda derita
Semoga lekas sembuh atas ijin ALLAH SWT.

IJASAH ILMU KEBAL MURJANI NURKAIT

 
 
 
 
 
 
4 Votes

===nama besi yang tajam adalah NURKAIT NURTAH. apabila kita membaca ke sebuah logam/besi maka dia akan mengikuti keinginan kita untuk berbagai keperluan sehari-hari.==
Ijazah untuk pembaca blog KWA dari seorang sahabat paranormal yang baik hati.
Caranya:
Baca setiap pagi (jam yang sama setiap hari) dan biarkan doa mantra ini bekerja secara alami atas ijin Allah SWT.
BISMILLAHIRROHMANIRROHIM
YA QOWIYYU YA MATIIN 
BESI SELAGI TUMPUL NAMANYA MURJANI
SESUDAH TAJAM NURKAIT NURTAH NAMANYA
ASSALAMU’ALAIKUM HAI SAUDARA NURKAIT
JANGANLAH ENGKAU MEMBINASAKANKU
SERASI SEUSIA SEUJUD SENYAWA
BERKAT DOA LA ILAHA ILLALLAH
BERKAT MUHAMMADUR RASULULLAH
Setelah berdoa 3x tiupkan ke dua telapak tangan dan usapkan telapak tangan ke seluruh bagian tubuh anda.  Silahkan diamalkan semoga bermanfaat.

IJAZAH ILMU BELA DIRI TANGAN KOSONG DALAM KEADAAN DARURAT

 
 
 
 
 
 
5 Votes

Assalamualaikum wr wb. Berikut ini saya ijasahkan untuk anda yang membutuhkannya. Ilmu ini hanya untuk membela diri dan memukul menggunakan tangan kosong. Hati-hati bila tidak perlu jangan gunakan ilmu ini untuk berkelahi karena orang yang kena pukul bisa langsung tewas ditangan anda. GUNAKAN DALAM KEADAAN SANGAT TERPAKSA DAN MENDESAK!
Bismillahirrohmanirrohim
KULHU API RUHA ALLAH
ROH MATI JELMA MARAH
JELMA MATI SI JAHIL SETERU ALLAH
BERKAT DOA LA ILAHA ILLALLAH
BERKAT MUHAMMADUR ROSULULLAH
CARANYA:
Baca doa 1 x dan ambil air liur di langit-langit mulut lalu usapkan kada dua telapak tangan dan kepalkan untuk memukul.
Demikian semoga ada manfaatnya untuk anda. Wassalamualaikum wr wb.
@KWA,2015

ILMU BESI TERSANI

 
 
 
 
 
 
6 Votes

Amalkan rutin setiap akan tidur doa mantra berikut ini. Faedah/manfaat/khaifiatnya seperti yang ada di artinya. Berikut doanya:
BISMILAH BAKA BILLAH
BISMILLAH KUASA ALLAH
BULUKU ASAL DARI KAWAT BOSI TERSANI
KULITKU ASAL DARI KALIN
LA ILAHA ILLA ALLAH
DARAHKU TIMAH
TULANGKU BOSI
DAGINGKU BOSI TERSANI
URATKU SEPERTI KAWAT
TULANGKU SEPERTI BOSI
ISIKKU PIDAL SEPERTI BUMI
KULITKU TEBAL SEPERTI BELULANG
KEKUATANKU SEPERTI SAYIDINA ALI
Demikian semoga bisa menambah khasanah dan pengetahuan anda.

TIGA JENIS ILMU KEBAL

 
 
 
 
 
 
2 Votes

Posting berikut ini bukan pengijasahan melainkan sekedar menambah perbendaharaan tentang kekayaan ilmu-ilmu mistik di nusantara yaitu tentang ilmu kebal. Ada tiga ilmu kebal dengan tata caranya sebagai berikut:
1.ILMU KEBAL MANTUL UNTUK KEBAL TEMBAKAN PELURU MAUPUN PUKULAN DAN TENDANGAN. baca ketika akan berkelahi mantra doa ini…
KANTAL KANTUL MANTAL MANTUL AHMAD TUL — BUKAN KUASAKU KUASA ALLAH — BERKAT DOA LA ILAHA ILLALLAH BERKAT MUHAMMADUR RASULULLAH 
2. ILMU KEBAL TAHAN NAPAS,  waktu kita baca mantra di bawah ini tahan napas dan kebal akan terjadi ketika tahan napas. mantranya adalah:
TUP KUNCI NUR KUNCI — KUNCI ALLAH KUNCI BAGINDA RASULULLAH — BERKAT DOA LA ILAHA ILLALLAH BERKAT MUHAMMADUR RASULULLAH
3. ILMU KEBAL NURJELANI
Amalkan doa ini setelah bangun tidur doa ini:
AKU TAU ASAL ENGKAU — NURLELA ENGKAU NURJELANI PUTIH — NAMAMU BOSI.
demikian terima kasih. wassalam.
@wongalus,2015

Sabtu, 22 Agustus 2015

Sejarah karsani



            Wirid Kaji merupakan metode penghayatan yang diberikan oleh guru kepada murid-muridnya. Di bagian terdahulu penulis mengetengahkan manto-manto yang dimulai dengan Kaji Karsani. Ada 7 (tujuh) tanggak atau bagian pada manto Karsani. Ketujuh bagian tersebut saling berkait, tidak terpisah-pisah. Guru menjelaskan kepada murid bahwa Karsani adalah “kekerasan insan”. Pada dasarnya setiap manusia diberi oleh Tuhan kekuatan dalam dirinya, di mana karsani tersebut ditiupkan oleh Malaikat Jibril lewat ubun-ubun manusia.
            Manusia (Adam) itu dijadikan Tuhan dari lumpur tanah hitam yang diambil Malaikat Jibril  di bawah Arsy. Dari lempung tanah tersebut dibentuk acuan manusia (patung) manusia. Adam tidak langsung hidup begitu, ia mengalami proses, beribu-ribu tahun dibiarkan tergeletak di tengah padang, berhujan berpanas.
            Suatu waktu Tuhan memanggil Jiblril. Tuhan bertanya kepada Jibril bagaimana keadaan patung Adam tersebut. “Ya, Allah… Patung manusia yang bernama Adam tersebut telah jadi. Namun dia belum bisa apa-apa. Walaupun telah Engkau tiupkan rohmu pada dia tapi ia belum bisa berdiri, hanya bisa bergolek-golek ke sana ke sini.”
            “Ya, Aku tahu semua itu.”
            “Ya Allah…Engkau Maha Tahu.”
            “Adam harus diberi Karsani.”
            “Apa itu Karsani, wahai Sang Khalik?”
            “Karsani itu kekerasan manusia. Dengan Karsani itu manusia dapat melata di muka bumi. Dan Adam akan mampu membentengi dirinya dari marabahaya,” Qalalahu Ta’ala. Kemudian Ia perintahkan Jibril membuka telapak tangan, dan meniupkan sesuatu ke telapak tangan malaikat tersebut. “Bawalah ini ke tempaan Adam dan tiupkan ke ubun-ubunnya!”
            Di tengah perjalanan Jibril bertemu dengan malaikat lain. Malaikat tersebut bertanya apa tang dibawa oleh Jibril. “Allah menyebutnya Karsani,” sahut Jibril. Tampaknya malaikat itu belum puas akan jawaban Jibril, ia lalu bertanya lagi,”Karsani, benda apa itu. Boleh saya lihat, “ujar malaikat itu. Jibril membuka genggaman tangannya. Tapi tidak apa-apa dalam telapak tangan tersebut. Kemudian Jibril melanjutkan perjalanannya. Tiba di hadapan tempaan Adam, ia tiupkan benda yang digenggamnya tadi ke ubun-ubun Adam. Namun tidak ada reaksi apa-apa. Ia coba berkali-kali, hasilnya tetap nihil.
            Jibril kembali menghadap Tuhan. Ia menuturkan apa yang dialaminya. Menuturkan kegagalannya meniupkan karsani ke tubuh Adam.
            “Engkau telah menyalahi perintah-Ku. Bukankah diperjalanan engkau telah membuka telapak tanganmu?”
            “Ampun hamba ya Rabbi. Hamba telah bersalah.”
            Allah kembali memberikan karsani kepada Jibril. Dan berpesan agar jangan membuka tangannya sampai di tujuan. Lantas tanpa membuang waktu lagi, Jibril berkelabat ke tempaan Adam. Ia langsung tiupkan karsani ke ubun-ubun Adam. Sekonyong-konyong tubuh Adam bergetar hebat. Dari ubun-ubun Adam menyembur kilat dan membubung tinggi. Lalu kedengaran suara menggelegar. Dan karsani terus menghunjam ke tubuh Adam sehingga membuat lubang kecil di bawah, yang kemudian dikenal sebagai lubang dubur.
            Adam kini bangkit. Benda-benda di sekitarnya beterbangan, pasir, kerikil, batu-batuan berhamburan. Itulah kekuatan “Karsani”!. Tanaman yang ada di sekitar lokasi tersebut terbakar. Saat itu petir membahana, di mana petir itu diyakini berasal dari serpihan ubun-ubun Adam ketika dimasuki Karsani.
           
            Kisah ini menjadi acuan bagi mereka yang mempelajari Karsani. Mereka yang merapalkan 7 tanggak (7 manto) Karsani, sekujur tubuhnya bergetar dan mengeras bagai besi. Darahnya berpacu kencang.
            Setelah guru yakin bahwa muridnya telah berhasil menerima Karsani maka si murid disuruh mempersiapkan alat perangkat yaitu seekor ayam jantan berbulu biring (berbulu hitam bercampur kuning dan merah). Menjelang tengah malam sang guru melakukan upacara penderaan. Murid didera dengan pelepah keladi merah sampai keladi tersebut hancur di tubuhnya. Selanjutnya ayam jantan itu dibedah, dijelaskan oleh guru tali menali jantung, hati dan empedu. Kemudian ayam tersebut dilepaskan. Biasanya ayam yang telah dibedah itu dibiarkan berjalan. Semakin kuat daya tahan ayam itu semakin kuat Karsani bercokol di tubuh si murid.
            Akhirnya bagi murid yang telah melalui proses tersebut, guru segera membacakan kembali 7 tanggak manto Karsani. Guru dan murid berpunggungan. Selesai acara itu si murid berangkat tanpa menoleh. Dia berpantang bertemu dengan guru selama tujuh hari. Itulah yang disebut “Pantang Tujuh” Bila kedua orang tersebut pada masa tenggang waktu itu maka akan terjadi musibah (Seperti yang saya terima dari para guru)
            Biasanya setelah “Pantang Tujuh” berakhir maka si murid akan kembali menemui (boleh) guru atau datang ke perguruannya. Ia dapat melanjutkan Kaji (pelajaran) baru. Guru menurunkan lagi beberapa manto kepada si murid. Wawasan murid semakin terbuka dan mendalam.

Mantra

Mantra bisa diartikan sebagai susunan kata yang berunsur puisi (seperti rima dan irama) yang dianggap mengandung kekuatan gaib, biasanya diucapkan oleh dukun atau pawang untuk menandingi kekuatan gaib yang lain (Kamus Besar Bahasa Indonesia: 2001). Dalam sastra Melayu lama, kata lain untuk mantra adalah jampi, serapah, tawar, sembur, cuca, puja, seru dan tangkal. Mantra termasuk dalam genre sastra lisan yang populer di masyarakat Melayu, sebagaimana pantun dan syair. Hanya saja, penggunaannya lebih eksklusif, karena hanya dituturkan oleh orang tertentu saja, seperti pawang dan bomoh (dukun). Menurut orang Melayu, pembacaan mantra diyakini dapat menimbulkan kekuatan gaib untuk membantu meraih tujuan-tujuan tertentu. Secara umum, mantra dapat dibagi ke dalam empat jenis berdasarkan tujuan pelafalannya, yaitu: (1), mantra untuk pengobatan; (2), mantra untuk ‘pakaian’ atau pelindung diri; (3), mantra untuk pekerjaan; dan (4), mantra adat-istiadat (Majelis Peperiksaan Malaysia: 2005).
Dari segi bentuk, mantra sebenarnya lebih sesuai digolongkan ke dalam bentuk puisi bebas, yang tidak terlalu terikat pada aspek baris, rima dan jumlah kata dalam setiap baris. Dari segi bahasa, mantra biasanya menggunakan bahasa khusus yang sukar dipahami. Adakalanya, dukun atau pawang sendiri tidak memahami arti sebenarnya mantra yang ia baca; ia hanya memahami kapan mantra tersebut dibaca dan apa tujuannya. Dari segi penggunaan, mantra sangat eksklusif, tidak boleh dituturkan sembarangan, karena bacaannya dianggapa keramat dan tabu. Mantra biasanya diciptakan oleh seorang dukun atau pawang, kemudian diwariskan kepada keturunan, murid ataupun orang yang ia anggap akan menggantikan fungsinya sebagai dukun. Kemunculan dan penggunaan mantra ini dalam masyarakat Melayu, berkaitan dengan pola hidup mereka yang tradisional dan sangat dekat dengan alam. Oleh sebab itu, semakin modern pola hidup masyarakat Melayu dan semakin jauh mereka dari alam, maka mantra akan semakin tersisihkan dari kehidupan mereka. Berikut ini satu contoh mantra yang sering dibaca oleh suku Laut ketika mereka melempar pancing ikan ke dalam air: Air pasang telan ke insang; Air surut telan ke perut; Renggutlah!; Biar putus jangan rabut.
Mantra untuk ’Pakaian’ atau Pelindung Diri
Mantra yang digunakan untuk menjaga diri sering juga disebut penangkal, tangkal atau azimat, biasanya dibacakan pada benda tertentu. Setelah pembacaan mantra, benda tersebut diyakini akan memiliki kekuatan gaib yang mampu melindungi pemakainya. Jadi, bisa disimpulkan bahwa, pembacaan mantra pada benda tertentu yang akan dijadikan tangkal merupakan bagian dari cara untuk mentransformasikan energi atau kekuatan ke dalam benda tersebut. Selanjutnya, kekuatan yang terkandung dalam benda tersebut akan melindungi pemakainya Tangkal atau penangkal ini merupakan bagian dari upaya orang Melayu untuk mengatasi tantangan internal dan eksternal yang mereka hadapi, dan jenisnya cukup banyak di antaranya: (1) penahan atau penguat; (2) pelindung; (3) penunduk (4) pemanis dan pengasih (5) pembenci. Berikut ini beberapa contoh mantra pelindung diri:
1. Mantra Penahan atau Penguat
a. Mantra Pengeras Badan
Ya man, ya ras, ya Malik
Ya kuserahkan kepada kamu
b. Mantra Penahan Kulit
Kejang aku kejang rungkup
Kejang tunjang tengah laman
Kebal aku kebal tutup
Terkucap kulit tak berjalan
Terkunci terkancing tak mara
c. Mantra Kuat Tenaga
Bismillahirrahmanirrohim
Hai besi bangunlah engkau si raja besi
Yang bernama si ganda bisa
Engkau duduk di kepala jantungku
Bersandar di tiang arasy
Kuminta tinggalkan insanku
Kuminta rendah insan sekalian
Berkat aku memakai wujud kodrat sayyidina ali
Bujur lalu melintang patah
Lalu juga kehendak Allah
Berkat lailaha illallah
Muhammadarrasulullah
d. Mantra “Pengering” Olahraga (membuat lawan bermain gentar)
Bismillahirrahmanirrohim
Assalamualaikum…mualaikum salam
Harimau datang mayat semua menanti
Mayat datang harimau semua menanti
Berkat lailaha illallah
Muhammadarrasulullah
e. Mantra Pengeras Tendangan
Bismillahirrahmanirrohim
Auzubilla minannar arrim
Mufaiza hatal ya rasulullah iza kital maut
Mim kepalaku, bahuku nun
Pusatku dal
Kakiku alam-tubuhku
Aku kasih Allah
2. Mantra Pelindung
a. Pelimun
Bismillahirrahmanirrahim
Perabun pelias peliseh
Perabun pelias peliseh
Perabun pelias peliseh
Sekalian jin dan syetan seteru lawanku
Berkat lailaha illallah
Muhammadarrasulullah
b. Disegani Orang
Bismillahirrahmanirrahim
Batu bertitik batu berdenting
Tiga batu dacing
Mulut terpempan gigi terkancing
Kau..(sebut nama orangnya)..tak boleh berlebih kata padaku
Durhaka engkau lebih-lebih kepada Allah
Berkat kalimat lailaha illallah
Muhammadarrasulullah
c. Tangkal Jaga Rumah
Bismillahirrahmanirrahim
Imat-imat katemu itu
Mitu melion kate Allah
To badanda berkata-kata
Tak hendak kau datang memijak halaman rumahku
Karene telah ade penjaga pintu
Berdurhake kau kepade Allah
Bila hendak membinase rumahku
Berkat kalimat laihaillallah
Muhammadarrasulullah
d. Tangkal Bajang (Hantu Jembalang)
Bismillahirrahmanirrahim
Anak gang anggu bukan kau punya anak
Aku punya anak
Aku tau anak
Kau bujang nas beranak
Batu ampar tengah air
Aku tau asal kau bajang
Sah aku menawar bajang sianu itu
Berkat kalimat lailahaillallah
Muhammadarrasulullah
3. Mantra Penunduk
a. Mantra Pelemah Asal
Bismillahirrahmanirahim
Assalamualaikum
Badan engkau bernama tanah
Tanah mekhayal darah
Engkau bernama darah muharrap
Urat engkau bernama mahdini
Tatkala bapak engkau mengandung darah putih
Tatkala ibu engkau mengandung darah merah
Cih menguceh
Mani asal engkau menjadi
Berkat lailaha illallah
Muhammadarrasulullah
b. Mantra Pelemah
Bismillahirrahmanirrahim
Rebah ramu engkau berdiri ramu aku
Rebah syarak engkau berdiri syarak aku
Aku mengambil baja sejengkal dalam diri engkau
Berkat lailaha illallah
Muhammadurrasulullah
c. Mantra Penunduk
Gempa ali gempa gempita
Dang sari gajah berlenggang
Sah aku anak harimau yang garang
Batu congkol hatiku
Nibung kering tulangku
Berkat doa baginda Ali
Gentar bumi gentar langit
d. Mantra Penunduk Hantu Laut
Hai hai, anak datuk laut
Nyalah engkau, pergilah
Jikalau engkau tidak pergi
Aku pukul dengan ijuk tunggal
Dengan ijuk pusaka
Aku sekal kepalamu dengan sengkalan
Aku tau asalmu jadi
Dari kun fayakun
Berkat kalimat laihaillallah
Muhammadarrasulullah
Pua-pua adanya
e. Mantra Penunduk Buaya
Hai si jambu rakai
Sambutlah
Pekiriman putri
Runduk di gunung
Ledang
Embacang masak sebiji bulat
Penyikat tujuh penyikat
Pengarang tujuh pengarang
Diorak dikembang jangan
Kalau kau sambut
Dua hari jalan ketiga
Ke darat kau dapat makan
Ke laut kau dapat aku
Aku tau asal kau jadi
Tanah liat asal kau jadi
Tulang buku tebu asal kau jadi
Darah kau gila, dada kau upih
f. Mantra Penghalau Setan
Bismillahirrahmanirahim
Hantu raya jembalang raya
Datang engkau dari hutan raya
Kembalilah engkau ke hutan raya
Engkau jangan bertemu anak sidang manusia
Jika bertemu anak sidang manusia
Tunduk engkau tujuh kali kepada aku
Umat Muhammadlah yang sebenarnya
Berkat kata laihaillallah Muhammadarrasulullah
g. Mantra Agar Menang
Allah kata salah
Muhammad kata silih
Jibrail kata fana
h. Mantra Penunduk Anjing
patah ranting ditendang kuda
mulut terkancing mata buta
puh!
4. Mantra Pemanis dan Pengasih
a. Pemanis Minyak
Tuang minyak kutuang
Kutuang di tapak tangan
Bukan aku minyak seorang
Aku minyak bulan bintang
Matahari dan cahaya
Cahaya bulan dan cahaya aku
Cahaya bintang cahaya aku
Cahaya matahari cahaya aku
Cahaya Allah cahaya Muhammad
Berkait la ilahaillallah
Muhammadarrasulullah
b. Pelembut Hati
Yatim aku mati tasauf kata Allah (3x)
Roh kalam kawah kali-kali
Aku buang darah gemuruh
Aku naik darah berani
c. Pengasih Bini
Salatu salamu alisa isa wamumni
Aku ambil hidup engkau
Sampai mati akulah tuhan engkau
Akulah nabi engkau di dunia ini
d. Bedak Pemanis
Bedak olak olek
Mari pakai ujung gunting
Kupakai bedak di luar kulit
Mesra dalam daging
Dengan berkat doa lailaha illallah
Muhammadarrasulullah
e. Peseri Muka
Sirih senggang kuning
Naik belukar muda
Muka aku bagai anak mambang kuning
Berkat aku memakai doa setandang muda
Matahari tidak berseri
Seri naik ke tubuhku
Bulan tidak bercahaya
Cahaya naik ke mukaku
Caha Allah caha Muhammad
Caha baginda Rasulullah
5. Mantra Pembenci
Mantramantra jenis ini sebenarnya juga berkembang di masyarakat, namun tidak terlalu banyak karena penggunaannya yang tidak baik. Lafal mantra jenis ini masih dalam taraf pengumpulan.
Mantra Pengobatan
Berkembangnya mantramantra dalam sistem pengobatan Melayu berkaitan erat dengan persepsi mereka terhadap makna penyakit. Menurut mereka, penyakit tidak hanya disebabkan oleh faktor-faktor nyata, tapi terkadang juga disebabkan oleh faktor/hal yang tidak nyata atau gaib. Dalam konteks ini, keberadaan mantra berfungsi sebagai pemutus hubungan antara penyakit dengan faktor gaib yang menjadi penyebabnya. Selain itu, pembacaan mantra juga diyakini dapat memperkuat keampuhan dan efektifitas obat, sehingga proses pengobatan yang berlaku selalu diawali dengan pembacaan mantra pada obat-obat yang akan diminum. Orang yang berwenang atau memiliki otoritas untuk membaca mantra adalah dukun atau bomoh yang telah mendapat kepercayaan dari masyarakat.
Berikut ini beberapa contoh mantra yang sering dibaca oleh orang Melayu, sesuai dengan penyakit yang diderita:
1. Mantra untuk merawat tulang yang patah.
Bismillahi Rahmanir Rahim
Jong sengkang kemudi sengkang
Tarik layar kembang sena
Urat yang kendur sudah kutegang
Urat yang putus sudah kusambung
Teguh Allah, tegang Muhammad
Sendi anggota baginda Ali
Tulang gajah, tulang mina
Ketiga dengan tulang angsa
Patah tulang berganti sendi
Badan jangan rusak binasa
Berkat sidi kepada guru
Sidi menjadi kepada aku
La ilaha illallah, Muhammadar Rasulullah
2. Mantra ketika meramu obat
Bismillahirrahmanirrahin
Bilang-bilang topi ayiar
Den lantiang jo tana buku
Solang tulang lai cayiar
Kok kunun dagiang nan sabuku
Kobual Allah kobual Muhammad kobual bagindo Rasulullah
Barokat guru aku dan doaku barokat lailahaillallah
Artinya:
Bismillahirrahmanirrahim
Bilang-bilang tepi air
Aku lempar dengan tanah baku
Sedangkan tulang dapat cair
Apalagi daging yang sebuku
Makbul Allah makbul Muhammad makbul baginda Rasulullah
Berkat guru aku dan doaku, berkat Lailahaillallah
3. Mantra penutup luka
Mantra ini dibaca untuk menutup luka, ataupun untuk mencegah berlanjutnya pendarahan pada luka.
Bismillahirrahmanirrahim
Poli terpoli
Besi meluka
Besi menangkal
Coba besi merusakkan
Engkau durhaka kepada Allah
Coba engkau membinasakan daging
Engkau durhaka kepada Allah
Tertutup terkunci
Tertanggal terpakai
Berkat doa la haula wala quwwata
Illa billahil aliyyil azhim
4. Mantra penawar racun (bisa)
Mantra ini disebut juga dengan mantra penawar, biasanya dibaca untuk menyembuhkan seseorang dari penyakit yang disebabkan sesuatu yang berbisa, seperti serangga, ular, racun ataupun sakit karena bisa lainnya. Orang Melayu percaya, melalui pembacaan mantra ini, kekuatan bisa (racun) akan hilang sehingga orang yang terkena bisa tersebut dapat segera sembuh.
Bismillahirrahmanirrahim
Bismillah aku menawar racun
Aku tau asal racun
Anak lidah asam racun
Seri manik yang menawar
Jin semlut yang punya tawar
Berkat lailahaillallah
5. Mantra sakit perut
1
Bismillahirrahmanirrahim
Meghinju megheijun megheceu
Meghiceu suruh lari
Meghiceu nakal
Meghinju meghinju suruh lari
Pergilah ke tempat kau suke
Jangan lagi di sini
Berkat la ilaha illallah
Muhammadarrasulullah
2
Bismillah
Lotong kekah ijuk tali
Aku menawar kembung segah
Kentut jandi
Malam senak mudik ke limbung
Si maru rumah mak encik
Lantas turun ke kaki
Turun bisa
Naik tawar
Aku menawar bisa perut
Lotong kekah ijuk tali
Aku menawar kembung segah
Kentut jadi
Mantra untuk Pekerjaan
Mantra jenis ini bertujuan untuk mempermudah pekerjaan, biasanya dibaca ketika akan memulai pekerjaan. Mantra pekerjaan jumlahnya lebih sedikit dibanding mantra pakaian dan pelindung diri, dan terkadang, terjadi juga tumpang tinding antara kedua jenis mantra ini, sehingga mantra pelindung diri dipakai untuk mempermudah pekerjaan. Sebagai contoh, seseorang sering membaca mantra ‘pemanis’ dengan harapan orang lain akan senang kepadanya, sehingga pekerjaan jadi mudah dan lancar. Pekerjaan yang dibacakan mantra biasanya berkaitan dengan pekerjaan untuk memenuhi kebutuhan pokok sehari-hari, seperti bercocok tanam, berburu, berniaga, melaut dan lain sebagainya.
Dalam pandangan hidup orang Melayu, ada keyakinan bahwa tanah, air, matahari, bulan, tanaman, binatang, jin dan makhluk/benda lainnya memiliki semangat (spirit). Untuk itu, diperlukan pembacaan mantra agar semangat benda atau makhluk tersebut tetap positif bagi manusia. Berikut ini contoh beberapa mantra tersebut.
1. Mantra Semangat Padi
1
Nur cahaya munallah
Nur cahaya mun putih
Name semangat tapak kebun
Berkat lailaha illallah
Muhamadarrasulullah
2
Bulat batu kubula bulat
Bulat batang padi
Aku tahu asal kau ulat
Mate beras mate kau menjadi
Berkat lailaha illallah
Muhammadarrasulullah
3
Hai dayang hijau
Lemah lembut asal kau menjadi yang ikut
Panjang kuku
Panjang kaki
Panjang tangan
Sah aku menawar
Buah padi menghijau
Berkat lailaha illallah
Muhammadarrasulullah
4
Aku tahu asal berau
Belaki benih berau mah berau
Menih mah benih
Berau hitam berau putih
Berau-berau laki bini
Sah aku menawar belaki benih
Berkat lailaha illallah
Muhammadarrasulullah
2. Mantra untuk Tanaman Jagung
Bismillahirrahmanirrahim
Hacutalla hicu hicu
Kuserah pada Adam
Bawa antala boa
Jauhkan jagungku dari berau
Berkat kalimat lailaha illallah
Muhammadarrasulullah
3. Mantra Menanam Benih
Bismillahi
Assalamualaikum nabi Tab
Yang memegang bumi
Aku menumpangkan anakku
Seri Gading Gemala Gading
Di dalam enam bulan angka ketujuh
Aku datang mengambil balik
Dengan lailaha illallahu
Kur semangat
Kuur semangat
4. Mantra Pengusir Hama Tikus
Bismillahirrahmanirrahim
Aku tau asal engkau tikus tuk sitimuna
Itulah asal tuk nek kau
Kau jangan padiku
Kutawar pada pisang tujuh biji
Ambillah di tunggul ini
Berkat kalimat lailaha illallah
Muhammadarrasulullah
5. Mantra Pengusir Babi
Batu berita batu berani
Ketiga batu belubang
Butak mata tanggal gigi
Babi itu tiada akan melawan
Nabi babi itu nabi Yusuf
Asal jadi dari bumi
Jihin yang menguatkannya jihin buhok
Yang berkuda padanya Saih Idris
6. Mantra Puseng Angin
Mantra ini dibaca jika seorang nelayan atau pelaut menghadapi angin yang datang dari depan, sering disebut dengan angin sakal. Untuk membalikkan angin tersebut, maka dibaca mantra ini:
Bismillahirrahmanirrahim
Watul ijabah kurawana
Berkat lailaha illallah
Muhammadarrasulullah
7. Mantra Penahan Gelombang
Assalamualaikum nabi Khidir
Aku tau pegangan engkau
Air laut air darat
Aku sedekah hati quran
Berhentilah topan badai taung ribut gelimut
Berkat lailaha illallah