Senin, 17 Agustus 2015

AMALAN DOA KESELAMATAN

AMALAN DOA KESELAMATAN

Tukang Rombeng
trustwest@yahoo.com Dengan memohon bimbingan Allah SWT dan dengan memohon ridho-NYA, saya ijazahkan secara benar dan sempurna amalan doa untuk keselamatan.
Bismillahirrohmanirrohim
INNA ANNA AMANNA
Dibaca dengan jumlah seikhlasnya pada saat-saat genting. Dan lebih elok bila ditambah tawassul sebelum membacanya. @@@

Jampi/ mantra :

Jampi/ mantra :
Bismillahirrahmanirrahim
Hak Allah, Allah menawar
Muhammad punye tawar
Hilang penyaket bise tawarku (3x)
Berkat Laa ilaa haillallah, Muhammadarasulullah
Bismillahirrahmanirrahim
Salbundal alun mengalun
Tobal jadi tipis
Tawar Allah tawar Muhammad
Berkat Laa ilaa haillallah, Muhammadarasulullah
Bismillahirrahmanirrahim
Aku tahu asal engkau, Nurlela engkau, Nurjelani putih, Namemu bosi
Bismillahirrahmanirrahim
Sirillah name bosiku, siri gumilat name bosimu
Telah engkau makan darah adam
Darah anak adam diharamkan Allah
Engkau tidak memakan kulitku
Berkat Laa ilaa haillallah, Muhammadarasulullah
Bismillahirrahmanirrahim
Rangas bosi tapak tangan bosi
Haluan menuju ke pasir yang lumat
Dua ‘arsy dengan kursi
Allah berjumpa dengan Muhammad
Berkat Laa ilaa haillallah, Muhammadarasulullah
Bismillahirrahmanirrahim
Kun kate Allah, Fayakun kate Muhammad
Robbikum kate Jibril
Tutup hawa hati jantung si ….
Hati bernama si tutup Allah
Rang bername paku Rasulullah
Lidah tekunci asal namenye
Empedumu serinu Allah
Aku tahu asal kau jadi
Dari wadi mani manikam
Air setitik darah segumpal
Jatuh ke rahim ibumu
Ak kate engkau menjadi
Berkat Laa ilaa haillallah, Muhammadarasulullah
Bismillahirrahmanirrahim
Wadu wadi mani manikam
Sang putih cendrawasih
Sang putih gemala putih
Air susu siti Fatimah
Asal alam mula jadi
Berkat Laa ilaa haillallah, Muhammadarasulullah

Pelet “Lado Putar”

Pelet “Lado Putar”

Image
Ada pula Mantera/Jampi Melayu Asahan di Sumatera yang mempergunakan merica, berfungsi untuk pelet (mempengaruhi bawah sadar seseorang agar cinta kepada kamu). Lado Putar, namanya.
Caranya: mengasapi merica dengan asap setanggi timur, merica selama diasapi diletakkan didalam uncang kecil berwarna kuning yg diikat benang 3 warna, kuning, hitam, putih. jumlah merica sebanyak 7 buah. selama diasapi dibacakan mantera berkali-kali.
Setelah diasapi keluarkan mantera dari dalam uncang, lalu letakkan di telapak tangan kiri. Plintir-plintir merica yang ada di telapak tangan kiri tadi dengan tangan kanan dan bacakan mantera. Sidia akan terus mimpi basah bersama anda selama sidia belum anda miliki Manteranya:
BISMILLAAHIR RAHMAANIR RAHIIM. LADOKU LADO BATURAI, TETANCAP GELAGO DEK BONANG SAMBAU, KASIH ENGKAU TAUTAN HATI, TETANCAP RAGOKU DLM BONAK KOCIK ENGKAU. MARI SI…POLUK BIRAHIKU, MARI SI…BESEBADAN DEK AKU, TEKONANG ENGKAU SABAN HARI DEK AKU, ELOK RUPOKU SODAP HARUMKU DEK ENGKAU, TEPANCUT ENGKAU SABAN MALAM TEKONANGKAN AKU. MAKBUL DOA PENGAJAR GURUKU, MUSTAJAB KEPADO SI…. KABUL ALLAH, KABUL MUHAMMAD, KABUL BAGINDI RASULULLAH, BERKAT LAA ILA HAILLALLAH.*
a. Pemanis Minyak
Tuang minyak kutuang
Kutuang di tapak tangan
Bukan aku minyak seorang
Aku minyak bulan bintang
Matahari dan cahaya
Cahaya bulan dan cahaya aku
Cahaya bintang cahaya aku
Cahaya matahari cahaya aku
Cahaya Allah cahaya Muhammad
Berkait la ilahaillallah
Muhammadarrasulullah

b. Pelembut Hati
Yatim aku mati tasauf kata Allah (3x)
Roh kalam kawah kali-kali
Aku buang darah gemuruh
Aku naik darah berani

c. Pengasih Bini
Salatu salamu alisa isa wamumni
Aku ambil hidup engkau
Sampai mati akulah tuhan engkau
Akulah nabi engkau di dunia ini

d. Bedak Pemanis
Bedak olak olek
Mari pakai ujung gunting
Kupakai bedak di luar kulit
Mesra dalam daging
Dengan berkat doa lailaha illallah
Muhammadarrasulullah

e. Peseri Muka
Sirih senggang kuning
Naik belukar muda
Muka aku bagai anak mambang kuning
Berkat aku memakai doa setandang muda
Matahari tidak berseri
Seri naik ke tubuhku
Bulan tidak bercahaya
Cahaya naik ke mukaku
Cahya Allah caha Muhammad
Cahya baginda Rasulullah

Mantra Semangat Padi

A. Mantra Semangat Padi
1
Nur cahaya munallah
Nur cahaya mun putih
Name semangat tapak kebun
Berkat lailaha illallah
Muhamadarrasulullah

2
Bulat batu kubula bulat
Bulat batang padi
Aku tahu asal kau ulat
Mate beras mate kau menjadi
Berkat lailaha illallah
Muhammadarrasulullah

3
Hai dayang hijau
Lemah lembut asal kau menjadi yang ikut
Panjang kuku
Panjang kaki
Panjang tangan
Sah aku menawar
Buah padi menghijau
Berkat lailaha illallah
Muhammadarrasulullah

4
Aku tahu asal berau
Belaki benih berau mah berau
Menih mah benih
Berau hitam berau putih
Berau-berau laki bini
Sah aku menawar belaki benih
Berkat lailaha illallah
Muhammadarrasulullah

B. Mantra untuk Tanaman Jagung
Bismillahirrahmanirrahim
Hacutalla hicu hicu
Kuserah pada Adam
Bawa antala boa
Jauhkan jagungku dari berau
Berkat kalimat lailaha illallah
Muhammadarrasulullah

3. Mantra Menanam Benih
Bismillahi
Assalamualaikum nabi Tab
Yang memegang bumi
Aku menumpangkan anakku
Seri Gading Gemala Gading
Di dalam enam bulan angka ketujuh
Aku datang mengambil balik
Dengan lailaha illallahu
Kur semangat
Kuur semangat

C. Mantra Pengusir Hama Tikus
Bismillahirrahmanirrahim
Aku tau asal engkau tikus tuk sitimuna
Itulah asal tuk nek kau
Kau jangan padiku
Kutawar pada pisang tujuh biji
Ambillah di tunggul ini
Berkat kalimat lailaha illallah
Muhammadarrasulullah

D. Mantra Pengusir Babi
Batu berita batu berani
Ketiga batu belubang
Butak mata tanggal gigi
Babi itu tiada akan melawan
Nabi babi itu nabi Yusuf
Asal jadi dari bumi
Jihin yang menguatkannya jihin buhok
Yang berkuda padanya Saih Idris

E. Mantra Pusing Angin
Mantra ini dibaca jika seorang nelayan atau pelaut menghadapi angin yang datang dari depan, sering disebut dengan angin sakal. Untuk membalikkan angin tersebut, maka dibaca mantra ini:
Bismillahirrahmanirrahim
Watul ijabah kurawana
Berkat lailaha illallah
Muhammadarrasulullah

F. Mantra Penahan Gelombang
Assalamualaikum nabi Khidir
Aku tau pegangan engkau
Air laut air darat
Aku sedekah hati quran
Berhentilah topan badai taung ribut gelimut
Berkat lailaha illallah
Muhammadarrasulullah.

G. Mantera untuk ’Pakaian’ atau Pelindung Diri
Seni Tutur mantera yang digunakan untuk menjaga diri sering juga disebut penangkal, tangkal atau azimat, biasanya dibacakan pada benda tertentu. Setelah pembacaan mantera, benda tersebut diyakini akan memiliki kekuatan gaib yang mampu melindungi pemakainya. Jadi bisa disimpulkan bahwa, pembacaan mantera pada benda tertentu yang akan dijadikan tangkal merupakan bagian dari cara untuk mentransformasikan energi atau kekuatan ke dalam benda tersebut. Selanjutnya, kekuatan yang terkandung dalam benda tersebut akan melindungi pemakainya Tangkal atau penangkal ini merupakan bagian dari upaya orang Melayu untuk mengatasi tantangan internal dan eksternal yang mereka hadapi, dan jenisnya cukup banyak di antaranya:
(1) penahan atau penguat; (2) pelindung; (3) penunduk (4) pemanis dan pengasih (5) pembenci. Berikut ini beberapa contoh mantra pelindung diri:

H. Mantra Penahan atau Penguat
a. Mantra Pengeras Badan
Ya man, ya ras, ya Malik
Ya kuserahkan kepada kamu

b. Mantra Penahan Kulit
Kejang aku kejang rungkup
Kejang tunjang tengah laman
Kebal aku kebal tutup
Terkucap kulit tak berjalan
Terkunci terkancing tak mara

c. Mantra Kuat Tenaga
Bismillahirrahmanirrohim
Hai besi bangunlah engkau si raja besi
Yang bernama si ganda bisa
Engkau duduk di kepala jantungku
Bersandar di tiang arasy
Kuminta tinggalkan insanku
Kuminta rendah insan sekalian
Berkat aku memakai wujud kodrat sayyidina ali
Bujur lalu melintang patah
Lalu juga kehendak Allah
Berkat lailaha illallah
Muhammadarrasulullah

d. Mantra “Pengering” Olahraga (membuat lawan bermain gentar)
Bismillahirrahmanirrohim
Assalamualaikum…mualaikum salam
Harimau datang mayat semua menanti
Mayat datang harimau semua menanti
Berkat lailaha illallah
Muhammadarrasulullah

e. Mantra Pengeras Tendangan
Bismillahirrahmanirrohim
Auzubilla minannar arrim
Mufaiza hatal ya rasulullah iza kital maut
Mim kepalaku, bahuku nun
Pusatku dal
Kakiku alam-tubuhku
Aku kasih Allah

I. Mantra Pelindung
a. Pelimun (agar tak tampak)
Bismillahirrahmanirrahim
Perabun pelias peliseh
Perabun pelias peliseh
Perabun pelias peliseh
Sekalian jin dan syetan seteru lawanku
Berkat lailaha illallah
Muhammadarrasulullah

b. Disegani Orang
Bismillahirrahmanirrahim
Batu bertitik batu berdenting
Tiga batu dacing
Mulut terpempan gigi terkancing
Kau..(sebut nama orangnya)..tak boleh berlebih kata padaku
Durhaka engkau lebih-lebih kepada Allah
Berkat kalimat lailaha illallah
Muhammadarrasulullah

c. Tangkal Jaga Rumah
Bismillahirrahmanirrahim
Imat-imat katemu itu
Mitu melion kate Allah
To badanda berkata-kata
Tak hendak kau datang memijak halaman rumahku
Karene telah ade penjaga pintu
Berdurhake kau kepade Allah
Bila hendak membinase rumahku
Berkat kalimat laihaillallah
Muhammadarrasulullah

d. Tangkal Bajang (Hantu Jembalang)
Bismillahirrahmanirrahim
Anak gang anggu bukan kau punya anak
Aku punya anak
Aku tau anak
Kau bujang nas beranak
Batu ampar tengah air
Aku tau asal kau bajang
Sah aku menawar bajang sianu itu
Berkat kalimat lailahaillallah
Muhammadarrasulullah

J. Mantra Penunduk
a. Mantra Pelemah Asal
Bismillahirrahmanirahim
Assalamualaikum
Badan engkau bernama tanah
Tanah mekhayal darah
Engkau bernama darah muharrap
Urat engkau bernama mahdini
Tatkala bapak engkau mengandung darah putih
Tatkala ibu engkau mengandung darah merah
Cih menguceh
Mani asal engkau menjadi
Berkat lailaha illallah
Muhammadarrasulullah

b. Mantra Pelemah
Bismillahirrahmanirrahim
Rebah ramu engkau berdiri ramu aku
Rebah syarak engkau berdiri syarak aku
Aku mengambil baja sejengkal dalam diri engkau
Berkat lailaha illallah
Muhammadurrasulullah

c. Mantra Penunduk
Gempa ali gempa gempita
Dang sari gajah berlenggang
Sah aku anak harimau yang garang
Batu congkol hatiku
Nibung kering tulangku
Berkat doa baginda Ali
Gentar bumi gentar langit

d. Mantra Penunduk Hantu Laut
Hai hai, anak datuk laut
Nyalah engkau, pergilah
Jikalau engkau tidak pergi
Aku pukul dengan ijuk tunggal
Dengan ijuk pusaka
Aku sekal kepalamu dengan sengkalan
Aku tau asalmu jadi
Dari kun fayakun
Berkat kalimat laihaillallah
Muhammadarrasulullah
Pua-pua adanya

e. Mantra Penunduk Buaya
Hai si jambu rakai
Sambutlah
Pekiriman putri
Runduk di gunung
Ledang
Embacang masak sebiji bulat
Penyikat tujuh penyikat
Pengarang tujuh pengarang
Diorak dikembang jangan
Kalau kau sambut
Dua hari jalan ketiga
Ke darat kau dapat makan
Ke laut kau dapat aku
Aku tau asal kau jadi
Tanah liat asal kau jadi
Tulang buku tebu asal kau jadi
Darah kau gila, dada kau upih

f. Mantra Penghalau Setan
Bismillahirrahmanirahim
Hantu raya jembalang raya
Datang engkau dari hutan raya
Kembalilah engkau ke hutan raya
Engkau jangan bertemu anak sidang manusia
Jika bertemu anak sidang manusia
Tunduk engkau tujuh kali kepada aku
Umat Muhammadlah yang sebenarnya
Berkat kata laihaillallah Muhammadarrasulullah

g. Mantra Agar Menang
Allah kata salah
Muhammad kata silih
Jibrail kata fana
h. Mantra Penunduk Anjing
patah ranting ditendang kuda
mulut terkancing mata buta
puh!

K. Mantra Pemanis dan Pengasih
a. Pemanis Minyak
Tuang minyak kutuang
Kutuang di tapak tangan
Bukan aku minyak seorang
Aku minyak bulan bintang
Matahari dan cahaya
Cahaya bulan dan cahaya aku
Cahaya bintang cahaya aku
Cahaya matahari cahaya aku
Cahaya Allah cahaya Muhammad
Berkait la ilahaillallah
Muhammadarrasulullah

b. Pelembut Hati
Yatim aku mati tasauf kata Allah (3x)
Roh kalam kawah kali-kali
Aku buang darah gemuruh
Aku naik darah berani

c. Pengasih Bini
Salatu salamu alisa isa wamumni
Aku ambil hidup engkau
Sampai mati akulah tuhan engkau
Akulah nabi engkau di dunia ini

d. Bedak Pemanis
Bedak olak olek
Mari pakai ujung gunting
Kupakai bedak di luar kulit
Mesra dalam daging
Dengan berkat doa lailaha illallah
Muhammadarrasulullah

e. Peseri Muka
Sirih senggang kuning
Naik belukar muda
Muka aku bagai anak mambang kuning
Berkat aku memakai doa setandang muda
Matahari tidak berseri
Seri naik ke tubuhku
Bulan tidak bercahaya
Cahaya naik ke mukaku
Cahya Allah caha Muhammad
Cahya baginda Rasulullah
Ada beberapa tradisi di Masyarakat Melayu, dalam pengobatan penyakit medis menggunakan mantera-mantera tertentu, contohnya:

L. MANTERA UNTUK PATAH TULANG
Bismillahi Rahmanir Rahim
Jong sengkang kemudi sengkang
Tarik layar kembang sena
Urat yang kendur sudah kutegang
Urat yang putus sudah kusambung
Teguh Allah, tegang Muhammad
Sendi anggota baginda Ali
Tulang gajah, tulang mina
Ketiga dengan tulang angsa
Patah tulang berganti sendi
Badan jangan rusak binasa
Berkat sidi kepada guru
Sidi menjadi kepada aku
La ilaha illallah, Muhammadar Rasulullah

M. MANTERA YANG DIUCAPKAN SAAT MERAMU RAMUAN OBAT
Mantera ini popular di wilayah Rokan, Kampar dan sebagian Kab. Limapuluh Kota:
Bismillahirrahmanirrahin
Bilang-bilang topi ayiar
Den lantiang jo tana buku
Solang tulang lai cayiar
Kok kunun dagiang nan sabuku
Kobual Allah kobual Muhammad kobual bagindo Rasulullah
Barokat guru aku dan doaku barokat lailahaillallah
Artinya:
Bismillahirrahmanirrahim
Bilang-bilang tepi air
Aku lempar dengan tanah baku
Sedangkan tulang dapat cair
Apalagi daging yang sebuku
Makbul Allah makbul Muhammad makbul baginda Rasulullah
Berkat guru aku dan doaku, berkat Lailahaillallah

N. MANTERA PENUTUP LUKA
Dibaca pada luka atau menghindarkan pendarahan:
Bismillahirrahmanirrahim
Poli terpoli
Besi meluka
Besi menangkal
Coba besi merusakkan
Engkau durhaka kepada Allah
Coba engkau membinasakan daging
Engkau durhaka kepada Allah
Tertutup terkunci
Tertanggal terpakai
Berkat doa la haula wala quwwata
Illa billahil aliyyil azhim

O. MANTERA TAWAR BISA
Mantra ini disebut juga dengan mantera penawar, biasanya dibaca untuk menyembuhkan seseorang dari penyakit yang disebabkan sesuatu yang berbisa, seperti serangga, ular, racun ataupun sakit karena bisa lainnya. Orang Melayu percaya, melalui pembacaan mantra ini, kekuatan bisa (racun) akan hilang sehingga orang yang terkena bisa tersebut dapat segera sembuh:
Bismillahirrahmanirrahim
Bismillah aku menawar racun
Aku tau asal racun
Anak lidah asam racun
Seri manik yang menawar
Jin semlut yang punya tawar
Berkat lailahaillallah

P. MANTERA SAKIT PERUT
a.
Bismillahirrahmanirrahim
Meghinju megheijun megheceu
Meghiceu suruh lari
Meghiceu nakal
Meghinju meghinju suruh lari
Pergilah ke tempat kau suke
Jangan lagi di sini
Berkat la ilaha illallah
Muhammadarrasulullah
b.
Bismillah
Lotong kekah ijuk tali
Aku menawar kembung segah
Kentut jandi
Malam senak mudik ke limbung
Si maru rumah mak encik
Lantas turun ke kaki
Turun bisa
Naik tawar
Aku menawar bisa perut
Lotong kekah ijuk tali
Aku menawar kembung segah
Keeentut… jadi!

Khazanah MANTERA JAMPI PUAK MELAYU

Khazanah MANTERA JAMPI PUAK MELAYU

oleh : MUHAR OMTATOK
Orang Melayu sangat dekat kehidupannya dengan dunia spritual. Ini mungkin dikarenakan selain Islam sebagai agama wajib orang Melayu, Pagan, Hindu dan Buddha pernah mempengaruhi peradaban Melayu. Hampir setiap perguliran kehidupan, tidak terlepas dari ritual atau pun do’a sebagai mantera.
Pada masyarakat Melayu Sumatera Utara di tepi pantai seperti : Tanjungbalai, Batubara, Pagurawan, Pantai Cermin, Bedagai, Belawan, atau pun di pesisir timur Langkat. Para nelayan percaya lautan dikuasai oleh kuasa gaib. Mereka menyebutnya Mambang Laut.
Mambang laut terbagi atas delapan penguasa dan tinggal 8 penjuru mata angin, yaitu
Mayang Mengurai, Laksemana, Mambang Tali Arus, Mambang Jeruju, Katimanah, Panglima Merah, Datuk Panglima Hitam dan Baburrahman di Baburrahim.
Datuk Panglima Hitam penguasa utara sering juga disebut sebagai Datuk Hitam. Beliau adalah penghulu dari sekalian Mambang.
Masyarakat Melayu yang tidak bersentuhan dengan kebudayaan pantai juga mempercayai adanya Jembalang sebagai penguasa air, tanah atau pun angin. Walau pun budaya Islam sangat melekat bagi kehidupan orang Melayu, kepercayaan terhadap Mambang atau pun Jembalang masih tetap terpelihara dan dicampurbaurkan dengan tradisi keislaman. Ritual Tepung Tawar atau pun Upah – Upah sebagai warisan Pagan dan Hinduisme masih memakai awalan mantera “Kuuuuuuuuuuruuuuus Semangat” walau pun kemudian dikombinasiakn dengan bacaan – bacaan Islam seperti Syalawat. Pembuktian bahwa perguliran kehidupan orang Melayu tidak terlepas dari dunia supranatural bisa kita contohkan sebagai berikut :
“Tongon…tongon…tongon…, batolur engkau sebijik kalau tidak batolur kujual kau ke pasar limo. Rindu kau samo ayah engkau”,
Ini merupakan mantera untuk ayam yang lambat bertelur.
“Sirihku siranting kuning, kumakan di rumpung tolang, cahayo gigiku seperti omas yang kuning. Cahayo mukoku seperti matoari colang cemorlang, tidak dapat ditontang nyato. Cahayo gigiku roguh nasi moncorhong dayang dayad.”
Mantera di atas digunakan untuk memutihkan gigi dan menguatkannya.
“Wali wali batungkat, batang geledek waktu syetan menggamit si fulan disitu juga semangat si fulan pulang. Jangan engkau lalai di tengah rimba, jangan engkau lalai di pinggir sungai, Jangan engkau lalai di tepi pantai, jangan engkau lalai di tengah balai, Jangan engkau lalai di laman, Jangan engkau lalai di tengah rumah, pulang engkau ketempat engkau sendiri di anjung yang tinggi di balai yang besar.”
Mantara di atas digunakan dalam ritual jemput semangat.
“Assalamualaikum aku kirim salam pada jin tanah aku tahu asalmu keluar dari air ketuban, bukan aku melepas bala mustaka, sangkakah, sangkipad melepas bala mustaka. Bukan aku melepas bala mustaka, jin baru melepas bala mustaka. Jin yang tua melepas bala mustaka.”
Mantra di atas untuk persembahan jamu laut.

“Menyia Muhammad Allah lalu”

Mantera singkat di atas digunakan untuk ilmu penderas pukulan.
“Diam Muhammad Allah lalu”
Digunakan dalam ilmu cuca untuk penampar.
Mantra berasal dari bahasa sansekerta yang bermakna pesona. Ianya semakna dengan do’a atau pun jampi orang Melayu di rantau ini menjadikan mantera sebagai pembuka laku agar tuah Sang Maha  tercucur restu dalam setiap kegiatan.
Adalah lazim apabila bahasa mantera menggunakan bahasa sansekerta yang dibawa Hinduisme dan Budhaisme, bahasa Melayu Tambo yang dipengaruhi aliran penghayat tempatan serta bahasa Arab atas pengaruh kebudayaan Islam. Dalam pengucapan mantera orang Melayu mempunyai kiat yang agak unik, ada ucapan dalam bentuk narasi biasa, ada ucapan dalam bentuk narasi berlagu bahkan ada ucapan dalam bentuk bersenandung. Inilah khazanah budaya yang mungkin saja kita tidak lagi sefaham dengan pola ini-pola ini.
Lukah Menari
Tahasih…tahasih mak sibanding siatlukah jumpa bamban si kutarih. Kalau nak tengok lukah menari, nak tengok kaya Allah. Keceti kambing keceti ketasik kegumba jangan. Ingat…ingat… dalam hati kataku tadi lupa jangan. Ingat – ingat dalam hati kataku tadi lupa jangan. Kekebon kita kekebon jangan dibeli mangkuk kerang berhimpun kita ke balai datuk mak sibanding gila sorang. Hilir lugoh mudik lugoh jumpa bembam betali – tali, bukan mudah pekara mudah ada lukah pandai menari.”
Mantera di atas dipergunakan agar lukah atau bubu bisa menari sendiri sambil dibisikkan pada lukah : “usah kau bagi malu bangkitlah menari”. Mantera di atas diawali dengan Bismillah dan diakhiri berkat Laaailahaillallah. Jika pembaca mencoba mantera ini pada lukah, jangan terkejut jika luka itu menari sendiri. Jika lukah diikat dengan pena ia akan mampu menulis sendiri apa saja yang kita pertanyakan.
Memindahkan Penunggu Kayu
“Assalamualaikum, walaikumsalam al habib gulkarim, aku tau asal mulamu jadi tatkala loh pun belum, kalam pun belum. Kala laut pupak pupakan gunung lumpat kijangan. Tatkala rumput ngarum – ngarum, hujan merenyai renyaian tunggulah kunun ahoi si buah telor kulit bernama alah intan ahoi kayu selemak kening menanam kayu sialang ahoi oi akar menama kancing bumi banir manaham galah bejuang kulit mename Allah intan ahoi si mali nidai jalan mename ampailah tuan li puulr mename dian sebatang cabang mename alah payung lerang buah mename alah intan ahoi. Silayang – layang ranting mename payung Fatimah”
Mantra di atas dijadikan lagu untuk memuja kayu. Oleh pawang untuk menebang kayu yangn diyakini punya penunggu.
Mengambil Madu Lebah
“Anyut buluh dari hulu anyutlah dengan ala intan urat – uratnya,
anak diayun indung diburu menunggu tunam jadi ubatnya.
Lama sudah tidak ke ladang, habislah padi alah intan ahoi dililit kangkung
lama sudah pawang tidak di pandang hatiku beramuk sedih yang di jantung.
Rancung rancunglah kaki cendawan jangan terancung sayang ahooooiii.
Sibuku buluh, kalaulah ada kasih di awan bintanglah jangan tumbuh di beri tumbuh.
Kalau gugur gugurpun nangka jangan ditimpa alah intan ahoi si cabang pawoh.
Jikalau tidur tidurlah mata jangan bercintalah pawang yang jauh.
Baik – baiklah memegang kemudi supaya usah telangar karang.
Baik – baiklah memegang kemudi supaya jangan orang di dengar orang”.
Mantera di atas dilagukan oleh pawang pengambil madu lebah. Diyakini lebah tidak akan menyerang walau tanpa menggunakan asap atau pun penutup kepala.
Memanggil Angin
“Angin Barat gelombang barang oiiii, angin memecah di pintu karang.
Sedayangku tinggal dendam melarat kekasihku lahku pergi okurung dendam bekurung habis tunam tujuh pengikat putus disambar si raja wali,
maksud sedangku sudahlah dapat rayalah musim kembali lagi.
Anak cina menjual bawang.
Bawang dijual halia juga.
Sedayangku gagah melewang takut marah kunun pawang sedia.”
Mantera di atas dibaca sambil bersenandung untuk memanggil angin. Ini biasanya digunakan untuk mendatangkan hujan atau menghalau hujan. Bagi nelayan digunakan juga sebagai pedoman arah tangkapan. Tok bomoh atau dukun mengawali terawangannya terhadap ulah bomoh yang lain juga memakai mantera ini.
Penawar Bisa
“Bismillahirrahmanirrahim, aku tau asal mulamu bisa darah haid siti hawa, surga akan tempatmu, cabut bisamu, naikkan bisa tawarku, kabul do’a pengajar guruku, mustajab kepada aku, menawari bisa…………dikulit jangan si polan. Tawar Allah tawar Muhammad, tawar baginda Rasullah berkat Lailahaillallah”.
Ini adalah mantra tawar bisa digunakan untuk mengobati seseorang yang tersengat bisa atau racun binatang. Seperti : ular, lipan, kalajengking dan binatang buas lainnya. Biasanya digunakan bahan bunga berwarna merah atau pun juga air liur yang diambil dengan telunjuk tangan kanan yang ditampung dengan telapak tangan.
Kewibawaan
“Hai manusia, aku tahu asal engkau, mulajadi tatkala engkau ditatang Jibrail di sore ke Magrib, empat puluh empat hari Nur Allah namanya engkau, tujuh hari engkau engkau dikandung Bapak engkau sir Allah namanya engkau, tiga bulan sepuluh hari dikandung ibu engkau kamarullah namanya engkau, jangan engkau melawan aku, jika engkau melawan aku durhaka engkau kepada Allah, durhaka engkau kepada Muhammad, durhaka engkau kepada aku, kabullah aku memakai do’a cuca semula jadi, kabul do’a pengajar guruku, mustajab akan aku berkat Lailahaillallah”
Di atas adalah mantra semula jadi digunakan untuk menimbulkan kharisma, kewibawaan agar disegani oleh manusia.
Wajah Berseri
“Bismillahirrahmanirrahim, hai embun mustika embun, embun bernama Jalalullah, aku memakai mustika embun, aku anak aminullah.”
Mantra mustika embun ini dinaikkan kira – kira pukul 5.30 pagi. Ambil embun dengan kedua telapak tangan, lalu bacakan mantra di atas dan sapukanlah ke wajah searah jarum jam. Mantra mustika embun ini bermanfaat untuk menaikkan seri muka.
Pemanis
“Hai simanggur bulan dan bintang. Matahari terbit di ubun – ubunku, bulan purnama di mukaku, bintang tujuh di keningku, bintang penabur di dadaku. Hai Allah tiada penabur di dadaku. Hai Allah tiada aku kelindihan duduk mak inang canang yang banyak berkat aku memakai si awang yang lebih. Jika aku duduk aku juga yang lebih, jika berdiri aku juga yang lebih. Jika aku berjalan aku juga yang lebih. Dilebihkan Allah, dilebihkan Muhammad, diebihkan baginda Rasullah berkat Lailahaillallah”.
Mantera di atas adalah salah satu dari mantera si awang yang lebih yang bermanfaat untuk pemanis. Dinaikkan pada subuh dengan mengambil air liur dengan ibu jari kanan setelah dimantrai sapukan pada wajah, tangan dan dada.
Pelet
“Hai nisan menggarang, nallah mengangkangkan Sariah namanya, engkau yang kata Tuhan mari engkau kemari aku tahu asalmu mula jadi, wadi, muni, mani, maknikam, mari engkau kemari ini tempatnya engkau berkat Lailahaillallah Muhammadarrasulullah.”
Mantera di atas disebut mantera pelepas digunakan untuk memelet seseroang. Caranya adalah tentanglah biji mata seseorang yang akan dipelet sambil membaca mantra pelepas di atas satu nafas kemudian tariklah ke dalam jantung. Anda bisa membuktikan sendiri seseorang itu dengan tiba – tiba akan cinta kepada anda.
Besi Kursani
“Bismillahirrahmanirrahim terdirilah besi kursani di dalam batang tubuhku dak aku mengetahui lahaula walakuwata illabillahi aliulajim yahum kanda dek aku mengetahui. Pil amri saina nan bangkit dek aku lahaula walakuwata illabillahi aliulajim. Sanda manjud Rasullullahi sallallahi alaihi wassallam kullahum sai’an alfatihah”
Mantra di atas adalah salah satu mantera besi kursani. Mantra ini dinaikkan untuk kekebalan pada purnama 13, 14, dan 15.Pengguna mantra ini tidak dibenarkan memulai perkelahian dan dilarang membakar besi ketika dibutuhkan. Pembaca tinggal membaca mantera : “Besi pasak besi kursani, tegang teguh selera dalam badanku berkat Lailahaillallah”.
Dalam adat berilmu orang Melayu mempunyai syarat kemakbulan diantaranya adalah kunci ilmu adalah yakin, dengan yakin ilmu akan makbul, tak boleh mendurhaka orang tua dan guru, ilmu dinaikkan pada saat – saat mustajab yang sudah dinaikkan saja. Dalam ilmu kedigjayaan melayu dikenal langkah panglima yaitu : Saat pelaksanan pengizasahan dengan ritual mandi minyak. Pelaksanaan ritual diselenggarakan pada pukul 18.00 – 01.11 tengah malam dan dikecualikan pada hari Sabtu malam Minggu karena dipercayai hari ini kurang dingin dalam tuah keilmuan. Arah dan duduk sila juga menentukan kemakbulan dari sebuah mantera. Orang Melayu percaya bahasa bercarut atau ucapan makian mengurangi kaidah keilmuan. Di samping itu ibadah kepada sang Ilahi adalah penguat dari suatu ilmu.
Demikianlah kilasan khasanah mantera dalam masyarakat Melayu.

Minggu, 16 Agustus 2015

PENGERTIAN MANTRA

PENGERTIAN DAN MACAM-MACAN MANTRA


Mantra
Mantra diambil dari kata sansekerta yaitu "mantra" atau "manir" yang merujuk pada kata-kata dalam kitab suci umat Hindu, Veda. Dalam masyarakat Melayu, mantra atau juga dikenal sebagai jampi, serapah, atau seru adalah sejenis pengucapan yang terdengar seperti puisi yang mengandung unsur sihir dan ditujukan untuk mempengaruhi atau mengontrol sesuatu hal untuk memenuhi kenginan penuturnya. Antara lain, mantra merupakan ayat yang dibaca untuk melakukan sihir, yaitu melakukan sesuatu secara kebatinan, seperti menundukkan musuh, melemahkan musuh, atau memikat wanita.

Selain itu mantra dianggap memiliki kekuatan gaib yang luar-biasa yang memungkinkan pembacanya mengontrol seseorang atau alam.

Adapun ciri-ciri mantra adalah Mantera yang berbentuk puisi, isi dan konsepnya mencerminkan kepercayaan masyarakat waktu itu, dibuat untuk satu tujuan tertentu.

Biasanya, Mantra bersifat sihir simpati, yaitu sesuatu sifat disebut atau dikaitkan dengan sesuatu / seseorang agar pembaca mantra tersebut dapat memiliki sifat yang sama. Misalnya bacaan mantra, ".... Aku bukan tepuk bantal, tetapi tepuk hatimu ....." dan yang lain-lain.

ciri-ciri mantra pada umumnya adalah:
  • Mantra terdiri dari beberapa rangkaian kata berirama.
  • Isinya berhubungan dengan kekuasaan gaib
  • Mantra diamalkan dengan memiliki tujuan tertentu.
  • Mantra diwarisi dari perguruan atau melalui cara gaib seperti menurun / keturunan atau mimpi.
Biasanya membutuhkan pengamalnya yakin keras, dan jika pengamalnya merasa kurang keyakinan, Mantra akan menjadi tawar / tidak bereaksi dan tidak efektif.
Macam-macam mantra urang banjar:
Jenis mantra ini khusus digunakan untuk menyembuhkan penyakit.
Mantra Sambur Sampuli :
Mismillahirrohmanirrohim
Baringgang baringganggung
Ambil arakit
Allmundhi mantuk kapucuknya
Jangan angkau mahaurinya
Jangan angkau masuk kapusatnya
Jangan angkau masuk kaurinya
Kalau angkau tak kaluar
Maka manjadi sogara hijau
Barkat Lailahailallah Muhammadurrasulullah

Mantra Sawan :
Bismillahirrohmanirrohim
Tarbang burung
Mulang mansawan
Hinggap kayu mali-mali
Aku tahu asal angkau
Mulang mansawan
Asal uri lawan tambuni
Barkat Lailahailallah Muhammadurrasulillah

Mantra Tajani :
Bismillahirrohmanirrohim
Hantu manjual kupit
Aku manjual kapat
Hantu maayukit
Aku manawar
Barakat Lailahailallah Muhammadurrasulullah

Mantra Palungsur Baranak (melahirkan)
Bismillahirrohmanirrohim
Nun kalamun walayar turun
Hilang aritannya balungsur inya turun
Barakat Lailahailallah Muhammadurrasulullah

Bismillahirrohmanirrohim
Bungkalang bungkaling
Tampurung bulu-bulu
Takalang tapaling
Kaluar tadahulu
Barakat Lailahailallah Muhammadurrasulullah

Jenis mantra ini digunakan bila sedang berhadapan dengan musuh sehingga siempunya mantra tak terkalahkan dan musuh dapat ditaklukan.
Mantra Saidina Ali :
Bismillahirrohmanirrohim
Kain kindusin
Banang baginda ali
Tujuh lapis babat pinggang
Lapisakan kabadanku
Barkat Lailahailallah Muhammadurrasulullah

Mantra Saidina Abubakar :

Bismillahirrohmanirrohim
Allahumuna soli ala sandi Abubakar
Pucuk api naraka jahanam
Dipasang yo subur
Barkat Lailahalallah Muhammadurrasulullah

Mantrta Taguh (kebal) :
Bismillahirrohmanirrohim
Naga ulit
Naga umbang
Kandal di kulit
Sampai ka tulang
Barkat Lailahailallah Muhammadurrasulullah

Bismillahirrahmanirrahim
Kajadian ular dari air mani
Ular terjadinya dari sperma
Datu Adam, darudut a basar nabi Adam, meskipun makhluk melata
semua sama kuasa, jadi tidak akan memberikan binasa
Barakat Lailahailallah Muhammadurasulullah

Bismillahirrahmanirrahim
Aku tahu asalnya wanyi asalnya pinyangat
karak nasi dari karak nasi
Barakat Lailahailallah Muhammadurasulullah

Mantra pakasih adalah mantra cinta kasih. Bila mantra ini dilepas maka sasarannya akan terpikat dan jatuh ke dalam kekuatan birahi pada siempunya mantra.
Mantra Kata Burung Nuri :
Bismillahirrohmanirrohim
Kata burung dandarasih
Kata burung dandaraku
Saratus irang kasih
Saribu urang suka
Barkat Lailahailallah Muhammadarrasulullah

Bismillahirrohmanirrohim
Kama si kama mati
Nuri katanya burung
Nur haq katanya Allah
Ah, tunduklah, kasihlah,
Sayanglah ( sebut namanya) lawan diaku
Barkat Lailahailallah Muhammadurrasulullah

Mantra Pamikat :
Bismilahirrohmanirtrohim
Tutian mandurisa
Buka padang mandurasi
Tartutup hati mirah
Tarbuka hati putih
Rubuh rabah badan si anu .......
Runduk kasih malihat padanku
Barkat Lailahailallah Muhammadurrasulullah

Bismilahirrohmanirtrohim
Tikamku tikam Allah
Kutikam wan sirrillah
Apabila (sebut namanya) kutikam
Maka tunduk cinta kasih lawan diaku
Barkat Lailahailallah Muhammadarrasulllah

Bismilahirrohmanirtrohim
Pur sinupur
Aku bapupur di bulan tarang
Bismillah aku bapupur
Rupaku nangkaya bulan tarang
Barkat Lailahailallah Muhammadurrasulullah

Bismilahirrohmanirtrohim
Minyakku minyak nyiur
Kuandak di hati tangan
Rupaku nangkaya bintang timur
Barang siapa mandangku karindangan
Barkat Lailahailallah Muhammadurrasulullah

Bismilahirrohmanirrohim
Tara taru bayu kukang
Kusambat ngaran ikam (sebut namanya)
Barikit lawan diaku
Barkat Lailahailallah Muhammadurrasulullah

Bismillahirrahmanirrahim
Asamku asam sir Allah Asamku asam milik Allah
Titik ka bumi manjadi asam Titik ke bumi menjadi asam
Bismillah aku mamakai kata asam Dengan nama Allah aku memakai kata asam
Kacarlah hamba Allah Kepinginlah hamba Allah
Barakat La ilahailallah Muhammadurasulullah

Bismillahirrahmanirrahim
Tikna, tikku Tikna, tikku (perulangan bunyi kata
“hatinya”, “hatiku” )
Hatinya, hatiku Hatinya, hatiku
Yaitu katanya kukang Yaitu katanya kukang
Sali inya kawa pisah, Kecuali inya bisa pisah,
Kukang laki bini kukang suami istri
Maka inya kada kawa bapisah kacuali inya dapat bapisah
Lawan diaku dengan diriku
Yaitu katanya tuan … Yaitu katanya tuan …
(sebut nama pria yang dikehendaki )
Sali tuan kawa bapisah Keculai tuan dapat berpisah
Lawan budaknya dengan budaknya
Maka inya kawa bapisah maka inya
Lawan diaku dengan diriku
Makbul ucapanku kabul ucapanku
Barakat La ilahailallah Muhammadurasulullah

Mantra Kata Adam :
Bismillahirrohmanirrohim
Hai Adam nurhayati
Angkau yang perkasa
Gunung tinggi dapat malingkang
Laut luas dapat mahayaw
Angkau kupinjam dangan sakarang
Ambilkan ruh nila .......
Kapadaku
Barkat Lailahailallah Muhammadurrasulullah

Bismillahirrohmanirrohim
kun tapa jadi
kurading kuriding
tajak dihiga dinding
buka akan hati mangiau hati kariau
puuuhh lamah hati tarus menginat lawan diaku
berkat laillahaillallah Muhammadurasullullah

Bismillahirrohmanirrohim
aduhai burung
burung si kandarasih
tarabang hinggap di bumbung
asa lawas kahada mangiau kekasih
puuuhhh lamah lintuhutnya kasih lakas basambung
berkat laillahaillallah Muhammadurasullullah

Jenis mantra sebagai perisai diri agar orang tidak bisa akan membinasakan dirinya atau orang tidak akan berkehendak menaklukan dirinya.
Mantra Gaip :
Bismillahirrohmanirrohim
Patimah mitah
Aku mangatahui
Aku tidak salah
Hat sampurnaakan nama Allah
Barkat Lailahailallah Muhammadurrasulullah

Mantra Kulias Tasambunyi :
Bismillahirrohmanirrohim
Simbulijn nabi unuk
Mun bujurlah aku
Mangatahuani
Hat nag disampurnaakan
Oleh Tuhan Allah
Barkat Lailahailallah Muhammadurrasulullah

Mantra Dinding :
Bismillhirrohmanirrohim
Kun suli ala kata Allah
Dinding nabi Muhammad Rasulullah
Barkah doa Ilallah
Barkat Lailahailallah Muhammadurrasulullah
Jenis mantra yang dilepas melalui kekuatan jarak jauh. Sasaran adalah orang yang dikehendaki agar jatuh kedalam pengaruh siempunya mantra. Mantra ini banyak sekali macam dan kegunaannya sesuai dengan apa yang dimaksud oleh siempunya mantra.
Mantra Tundik :
Bismillahirrohmanirrohim
Kayu mula muli
Kayu muda mudadi
Kata buku bkata budi
Ak aku tahu kata air akbar
Barkat Lailahailallah Muhammaddurrasulullah
Mantra Jodoh :
Tip tulah kadudukan nang bagantung
Saksi Angkau Allah
Suruh ibu suruh bapa
Ah aku tahu namamu ....
Barkat Lailahailallah Muhammadurrasulullah

Bismillahirrahmanirrahim
Sir Allah Milik Allah
Sir Muhammad Milik Muhammad
Ikam (sebut nama perempuan yang Engkau (sebut nama perempuan yang
diidamkan) diidamkan)
Ku sir Allah Ku milik Allah
Aku bagamat Aku pelan-pelan
Barakat Lailahailallah Muhammadurasulullah

Mantra Kata Bangkai :
Bismillahirrohmanirrohim
Buku bungkam
Bangkai mati
Tiada bernyawa
Tiada berjiwa
Barkat Lailahailallah Muhammadurrasulullah