HUKUM CIPRATAN AIR BEKAS MENYUCIKAN NAJIS assalamualaikum wr.wb mohon bantuan ilmunya..sebelum dan sesudahnya saya ucapkan terima kasih.. saya membaca artikel pp. alkhoirot tentang was was najis. setelah membaca artikel tsb,saya ingin menanyakan ttg air mutanajjis. - apakah terkena air bekas basuhan najis yang berubah/bertambah volume nya (artinya air mutanajjis) itu juga berarti jika kena cipratannya akan najis? - apakah hukum air mutanajjis itu hanya tidak boleh digunakan untuk bersuci/artinya juga sama dengan kena najis, yaitu menajisi jika mengenai suatu benda.tempat? wassalamualaikum wr.wb JAWABAN Ada dua tipe dalam segi pertemuan air dengan najis. Pertama, najis datang/masuk dalam air. Kedua, air mengalir/dialirkan ke najis. Tipe pertama contohnya: najis masuk/mengenai air yang terkena najis dan kurang 2 qullah atau lebih dari 2 qullah tapi berubah sifatnya (warna, bau, rasa). Air ini disebut mutanajjis. Apabila air ini menyiprati sesuatu, baju misalnya, maka baju yg terkena cipratan itu najis dan tidak sah dibuat shalat. Cara menyucikannya adalah dengan membasuh tempat yang terkena najis tsb. Lebih detail: Najis dalam Islam Tipe yang kedua adalah air mengalir/dialirkan ke suatu najis dengan tujuan untuk menyucikan najis tersebut. Contoh, di masjid ada kotoran ayam atau kucing. Setelah kotoran itu dibuang (dengan tisu atau lainnya) sampai tidak ada bekasnya, lalu dialirkan air pada bekas najis tadi. Maka, bekas kotoran yang disucikan tadi menjadi suci dan airnyapun suci. Artinya, walaupun airnya mengalir ke mana-mana tidak membawa najis. Begitu juga kalau di masjid ada kencing, maka setelah kencing tersebut dikeringkan (dengan kain, dsb), lalu disiram dengan air suci, maka bekas najis itu menjadi suci begitu juga air bekas meyucikan najis tersebut juga suci. Tipe kedua ini berdasarkan pada hadits sahih di mana ada seorang Badui yang kencing di masjid. Nabi memerintahkan untuk menyiramkan air pada najis tersebut. Teks hadits terkait hal ini dan najis secara umum dapat dilihat di sini. Intinya: Air yang dipakai untuk menyucikan najis itu hukumnya suci apabila najisnya hilang dan larut di dalamnya. Adapun pendapat ulama dalam menanggapi hadits Badui kencing di masjid di atas adalah sbb: - As-Shan'ani dalam Subulus Salam: واعلم أن صب الماء على النجاسة كاف في تطهيرها إذا زالت النجاسة واستهلكت بالماء على أي وجه كان الصب Artinya: Mengalirkan air dengan cara apapun pada najis itu cukup untuk mensucikannya apabila benda najisnya hilang dan larut dengan air. - Al-Majd dalam Al-Muntaqi: وفيه دليل على أن النجاسة على الأرض إذا استهلكت بالماء فالأرض والماء طاهران ولا يكون ذلك أمرا بتكثير النجاسة في المسجد Artinya: (Hadits) ini menjadi dalil bahwa najis di tanah/bumi apabila larut dalam air maka tanah dan air itu menjadi suci. - Al-Aini dalam Umdah al-Qari mengutip pendapat ulama madzhab Syafi'i: استنبط الشافعي منه على أن الأرض إذا أصابتها نجاسة وصب عليها الماء تطهر وقال النووي ولا يشترط حفرها، وقال الرافعي إذا أصابت الأرض نجاسة فصب عليها من الماء ما يغمرها وتستهلك فيها النجاسة طهر Artinya: Madzhab Syafi'i berpendapat bahwa bumi yang terkena najis lalu dialirkan air padanya maka ia menjadi suci. Imam Nawawi berkata: Tidak disyaratkan untuk mengeruk tanahnya. Imam Rofi'i berkata: Apabila tanah/bumi terkena najis lalu disiram dengan air dan air itu terserap ke dalam tanah itu, maka suci.
Minggu, 19 Agustus 2018
Sabtu, 26 September 2015
IJASAH ILMU GENDAM PENUNDUK TUJUH LAPIS BUMI
3 Votes
BERIKUT SAYA IJASAHKAN BAGI SAUDARA PEMBACA BLOG KWA YANG INGIN MEMILIKI ILMU GENDAM
Untuk menjaga kerukunan ada kalanya kita
harus menampakkan ketegasan dan disegani oleh mahluk apa saja dan siapa
saja, apakah itu pasangan kita(suami/isteri/pacar/bos dll). Apabila bila
dia marah dan mengajak bertengkar maka berikut ini ilmu
menundukkannya dan mengikuti apa mau kita. Ketika anda
selesai membacanya, tidak hanya manusia tapi binatang yang galak
sekalipun akan hilang marahnya dan bahkan rela untuk tunduk pada
kemauan anda.
Caranya:
Baca doa mantra ini dan setelah berdoa maka hentakkan kaki ke tanah/lantai (bahasa jawanya GEDRUK TANAH 1 x) selanjutnya lihatlah matanya maka dia akan luluh tunduk mengikuti anda seperti kerbau dicocok hidungnya. Inilah mantra doa sekali ucap langsung terjadi kun fayakun.
Baca doa mantra ini dan setelah berdoa maka hentakkan kaki ke tanah/lantai (bahasa jawanya GEDRUK TANAH 1 x) selanjutnya lihatlah matanya maka dia akan luluh tunduk mengikuti anda seperti kerbau dicocok hidungnya. Inilah mantra doa sekali ucap langsung terjadi kun fayakun.
===
Bismillahirrohmanirrohim Robbighfirli 1 x
Bismillahirrohmanirrohim Robbighfirli 1 x
Ya Qowiyyu Ya Matiin (7X TAHAN NAPAS)
lanjutkan membaca 1 x…
Allah berdiri Muhammad berhenti
Larilah Adam supaya Allah berdiri di hadapanmu
Kau tunduk aku tertawa hak Allah
Karena aku dikandung kalimah Laa Ilaha Ilallah
Muhammadur Rosulullah
Hak semua makhluk di muka bumi
Saya hentakkan ke dalam tujuh lapis bumi
=====
Larilah Adam supaya Allah berdiri di hadapanmu
Kau tunduk aku tertawa hak Allah
Karena aku dikandung kalimah Laa Ilaha Ilallah
Muhammadur Rosulullah
Hak semua makhluk di muka bumi
Saya hentakkan ke dalam tujuh lapis bumi
=====
Demikian semoga bermanfaat untuk amar makruf nahi munkar/ menegakkan kebenaran dan menolak/menjauhi kemunkaran.
PENGOBATAN ALTERNATIF UNTUK SAKIT GATAL
2 Votes
Penyakit gatal meski seakan remeh namun bila tidak kunjung sembuh tentu saja mengganggu aktivitas sehari-hari. Apalagi sampai berbulan-bulan bahkan bertahun-tahun. Berikut CARA ilmu hikmah Melayu untuk mengobati sakit gatal.
Caranya: ambil air dari sumber mata air yang bersih dan baca mantra doa ini 3 x lalu hembuskan ke aiR seember tadi dan gunakan untuk mandi penderita.
doa mantranya:
BISMILLAHIRROHMANIRROHIM
CAK RAJO MATI SAMSILA RAJO MATI
WALILLAH ENGKAU RAJO PENYAKIT
BERKAT DOA LAILAHA ILALLLAH
BERKAT MUHAMMADUR RASULULLAH
Demikian yang bisa kami sampaikan pada kesempatan kali ini. Harapan kami semua penyakit yang anda derita
Semoga lekas sembuh atas ijin ALLAH SWT.
IJASAH ILMU KEBAL MURJANI NURKAIT
4 Votes
===nama
besi yang tajam adalah NURKAIT NURTAH. apabila kita membaca ke sebuah
logam/besi maka dia akan mengikuti keinginan kita untuk berbagai
keperluan sehari-hari.==
Ijazah untuk pembaca blog KWA dari seorang sahabat paranormal yang baik hati.
Caranya:
Baca setiap pagi (jam yang sama setiap hari) dan biarkan doa mantra ini bekerja secara alami atas ijin Allah SWT.
Baca setiap pagi (jam yang sama setiap hari) dan biarkan doa mantra ini bekerja secara alami atas ijin Allah SWT.
BISMILLAHIRROHMANIRROHIM
YA QOWIYYU YA MATIIN
BESI SELAGI TUMPUL NAMANYA MURJANI
SESUDAH TAJAM NURKAIT NURTAH NAMANYA
ASSALAMU’ALAIKUM HAI SAUDARA NURKAIT
JANGANLAH ENGKAU MEMBINASAKANKU
SERASI SEUSIA SEUJUD SENYAWA
BERKAT DOA LA ILAHA ILLALLAH
BERKAT MUHAMMADUR RASULULLAH
Setelah
berdoa 3x tiupkan ke dua telapak tangan dan usapkan telapak tangan ke
seluruh bagian tubuh anda. Silahkan diamalkan semoga bermanfaat.
IJAZAH ILMU BELA DIRI TANGAN KOSONG DALAM KEADAAN DARURAT
5 Votes
Assalamualaikum
wr wb. Berikut ini saya ijasahkan untuk anda yang membutuhkannya. Ilmu
ini hanya untuk membela diri dan memukul menggunakan tangan kosong.
Hati-hati bila tidak perlu jangan gunakan ilmu ini untuk berkelahi
karena orang yang kena pukul bisa langsung tewas ditangan anda. GUNAKAN DALAM KEADAAN SANGAT TERPAKSA DAN MENDESAK!
BismillahirrohmanirrohimKULHU API RUHA ALLAH
ROH MATI JELMA MARAH
JELMA MATI SI JAHIL SETERU ALLAH
BERKAT DOA LA ILAHA ILLALLAH
BERKAT MUHAMMADUR ROSULULLAH
CARANYA:
Baca doa 1 x dan ambil air liur di langit-langit mulut lalu usapkan kada dua telapak tangan dan kepalkan untuk memukul.
Demikian semoga ada manfaatnya untuk anda. Wassalamualaikum wr wb.
@KWA,2015
ILMU BESI TERSANI
6 Votes
Amalkan rutin setiap akan tidur doa mantra berikut ini. Faedah/manfaat/khaifiatnya seperti yang ada di artinya. Berikut doanya:
BISMILAH BAKA BILLAH
BISMILLAH KUASA ALLAH
BULUKU ASAL DARI KAWAT BOSI TERSANI
KULITKU ASAL DARI KALIN
LA ILAHA ILLA ALLAH
DARAHKU TIMAH
TULANGKU BOSI
DAGINGKU BOSI TERSANI
URATKU SEPERTI KAWAT
TULANGKU SEPERTI BOSI
ISIKKU PIDAL SEPERTI BUMI
KULITKU TEBAL SEPERTI BELULANG
KEKUATANKU SEPERTI SAYIDINA ALI
BISMILLAH KUASA ALLAH
BULUKU ASAL DARI KAWAT BOSI TERSANI
KULITKU ASAL DARI KALIN
LA ILAHA ILLA ALLAH
DARAHKU TIMAH
TULANGKU BOSI
DAGINGKU BOSI TERSANI
URATKU SEPERTI KAWAT
TULANGKU SEPERTI BOSI
ISIKKU PIDAL SEPERTI BUMI
KULITKU TEBAL SEPERTI BELULANG
KEKUATANKU SEPERTI SAYIDINA ALI
Demikian semoga bisa menambah khasanah dan pengetahuan anda.
TIGA JENIS ILMU KEBAL
2 Votes
Posting
berikut ini bukan pengijasahan melainkan sekedar menambah
perbendaharaan tentang kekayaan ilmu-ilmu mistik di nusantara yaitu
tentang ilmu kebal. Ada tiga ilmu kebal dengan tata caranya sebagai
berikut:
1.ILMU KEBAL MANTUL UNTUK KEBAL TEMBAKAN PELURU MAUPUN PUKULAN DAN TENDANGAN. baca ketika akan berkelahi mantra doa ini…KANTAL KANTUL MANTAL MANTUL AHMAD TUL — BUKAN KUASAKU KUASA ALLAH — BERKAT DOA LA ILAHA ILLALLAH BERKAT MUHAMMADUR RASULULLAH
2. ILMU KEBAL TAHAN NAPAS, waktu kita baca mantra di bawah ini tahan napas dan kebal akan terjadi ketika tahan napas. mantranya adalah:
TUP KUNCI NUR KUNCI — KUNCI ALLAH KUNCI BAGINDA RASULULLAH — BERKAT DOA LA ILAHA ILLALLAH BERKAT MUHAMMADUR RASULULLAH
3. ILMU KEBAL NURJELANI
Amalkan doa ini setelah bangun tidur doa ini:
AKU TAU ASAL ENGKAU — NURLELA ENGKAU NURJELANI PUTIH — NAMAMU BOSI.
demikian terima kasih. wassalam.
@wongalus,2015
Sabtu, 22 Agustus 2015
Sejarah karsani
Wirid Kaji merupakan metode penghayatan yang diberikan oleh guru kepada
murid-muridnya. Di bagian terdahulu penulis mengetengahkan manto-manto yang
dimulai dengan Kaji Karsani. Ada 7 (tujuh) tanggak atau bagian
pada manto Karsani. Ketujuh bagian tersebut saling berkait, tidak
terpisah-pisah. Guru menjelaskan kepada murid bahwa Karsani adalah “kekerasan
insan”. Pada dasarnya setiap manusia diberi oleh Tuhan kekuatan dalam dirinya,
di mana karsani tersebut ditiupkan oleh Malaikat Jibril lewat ubun-ubun
manusia.
Manusia (Adam) itu dijadikan Tuhan dari lumpur tanah hitam yang diambil
Malaikat Jibril di bawah Arsy. Dari lempung tanah tersebut dibentuk acuan
manusia (patung) manusia. Adam tidak langsung hidup begitu, ia mengalami
proses, beribu-ribu tahun dibiarkan tergeletak di tengah padang, berhujan
berpanas.
Suatu waktu Tuhan memanggil Jiblril. Tuhan bertanya kepada Jibril bagaimana
keadaan patung Adam tersebut. “Ya, Allah… Patung manusia yang bernama Adam
tersebut telah jadi. Namun dia belum bisa apa-apa. Walaupun telah Engkau
tiupkan rohmu pada dia tapi ia belum bisa berdiri, hanya bisa bergolek-golek ke
sana ke sini.”
“Ya, Aku tahu semua itu.”
“Ya Allah…Engkau Maha Tahu.”
“Adam harus diberi Karsani.”
“Apa itu Karsani, wahai Sang Khalik?”
“Karsani itu kekerasan manusia. Dengan Karsani itu manusia dapat melata
di muka bumi. Dan Adam akan mampu membentengi dirinya dari marabahaya,”
Qalalahu Ta’ala. Kemudian Ia perintahkan Jibril membuka telapak tangan, dan
meniupkan sesuatu ke telapak tangan malaikat tersebut. “Bawalah ini ke tempaan
Adam dan tiupkan ke ubun-ubunnya!”
Di tengah perjalanan Jibril bertemu dengan malaikat lain. Malaikat tersebut
bertanya apa tang dibawa oleh Jibril. “Allah menyebutnya Karsani,” sahut
Jibril. Tampaknya malaikat itu belum puas akan jawaban Jibril, ia lalu bertanya
lagi,”Karsani, benda apa itu. Boleh saya lihat, “ujar malaikat itu. Jibril
membuka genggaman tangannya. Tapi tidak apa-apa dalam telapak tangan tersebut.
Kemudian Jibril melanjutkan perjalanannya. Tiba di hadapan tempaan Adam, ia
tiupkan benda yang digenggamnya tadi ke ubun-ubun Adam. Namun tidak ada reaksi
apa-apa. Ia coba berkali-kali, hasilnya tetap nihil.
Jibril kembali menghadap Tuhan. Ia menuturkan apa yang dialaminya. Menuturkan
kegagalannya meniupkan karsani ke tubuh Adam.
“Engkau telah menyalahi perintah-Ku. Bukankah diperjalanan engkau telah membuka
telapak tanganmu?”
“Ampun hamba ya Rabbi. Hamba telah bersalah.”
Allah kembali memberikan karsani kepada Jibril. Dan berpesan agar jangan
membuka tangannya sampai di tujuan. Lantas tanpa membuang waktu lagi, Jibril
berkelabat ke tempaan Adam. Ia langsung tiupkan karsani ke ubun-ubun Adam.
Sekonyong-konyong tubuh Adam bergetar hebat. Dari ubun-ubun Adam menyembur
kilat dan membubung tinggi. Lalu kedengaran suara menggelegar. Dan karsani
terus menghunjam ke tubuh Adam sehingga membuat lubang kecil di bawah, yang
kemudian dikenal sebagai lubang dubur.
Adam kini bangkit. Benda-benda di sekitarnya beterbangan, pasir, kerikil,
batu-batuan berhamburan. Itulah kekuatan “Karsani”!. Tanaman yang ada di
sekitar lokasi tersebut terbakar. Saat itu petir membahana, di mana petir itu
diyakini berasal dari serpihan ubun-ubun Adam ketika dimasuki Karsani.
Kisah ini menjadi acuan bagi mereka yang mempelajari Karsani. Mereka
yang merapalkan 7 tanggak (7 manto) Karsani, sekujur tubuhnya
bergetar dan mengeras bagai besi. Darahnya berpacu kencang.
Setelah guru yakin bahwa muridnya telah berhasil menerima Karsani maka
si murid disuruh mempersiapkan alat perangkat yaitu seekor ayam jantan berbulu
biring (berbulu hitam bercampur kuning dan merah). Menjelang tengah malam sang
guru melakukan upacara penderaan. Murid didera dengan pelepah keladi merah
sampai keladi tersebut hancur di tubuhnya. Selanjutnya ayam jantan itu dibedah,
dijelaskan oleh guru tali menali jantung, hati dan empedu. Kemudian ayam
tersebut dilepaskan. Biasanya ayam yang telah dibedah itu dibiarkan berjalan.
Semakin kuat daya tahan ayam itu semakin kuat Karsani bercokol di tubuh
si murid.
Akhirnya bagi murid yang telah melalui proses tersebut, guru segera membacakan
kembali 7 tanggak manto Karsani. Guru dan murid berpunggungan. Selesai
acara itu si murid berangkat tanpa menoleh. Dia berpantang bertemu dengan guru
selama tujuh hari. Itulah yang disebut “Pantang Tujuh” Bila kedua orang
tersebut pada masa tenggang waktu itu maka akan terjadi musibah (Seperti yang
saya terima dari para guru)
Biasanya setelah “Pantang Tujuh” berakhir maka si murid akan kembali menemui
(boleh) guru atau datang ke perguruannya. Ia dapat melanjutkan Kaji
(pelajaran) baru. Guru menurunkan lagi beberapa manto kepada si murid. Wawasan
murid semakin terbuka dan mendalam.
Mantra
Mantra bisa diartikan sebagai susunan kata yang berunsur puisi
(seperti rima dan irama) yang dianggap mengandung kekuatan gaib, biasanya
diucapkan oleh dukun atau pawang untuk menandingi kekuatan gaib yang lain
(Kamus Besar Bahasa Indonesia: 2001). Dalam sastra Melayu lama, kata lain untuk
mantra adalah jampi,
serapah, tawar, sembur, cuca, puja, seru dan tangkal. Mantra termasuk dalam genre
sastra lisan yang populer di masyarakat Melayu, sebagaimana pantun dan syair.
Hanya saja, penggunaannya lebih eksklusif, karena hanya dituturkan oleh orang
tertentu saja, seperti pawang dan bomoh (dukun). Menurut orang Melayu,
pembacaan mantra
diyakini dapat menimbulkan kekuatan gaib untuk membantu meraih tujuan-tujuan
tertentu. Secara umum, mantra
dapat dibagi ke dalam empat jenis berdasarkan tujuan pelafalannya, yaitu: (1), mantra untuk pengobatan; (2),
mantra untuk
‘pakaian’ atau pelindung diri; (3), mantra untuk pekerjaan; dan (4), mantra adat-istiadat (Majelis Peperiksaan
Malaysia: 2005).
Dari segi
bentuk, mantra
sebenarnya lebih sesuai digolongkan ke dalam bentuk puisi bebas, yang tidak
terlalu terikat pada aspek baris, rima dan jumlah kata dalam setiap baris. Dari
segi bahasa, mantra
biasanya menggunakan bahasa khusus yang sukar dipahami. Adakalanya, dukun atau
pawang sendiri tidak memahami arti sebenarnya mantra yang ia baca; ia hanya memahami kapan mantra tersebut dibaca dan
apa tujuannya. Dari segi penggunaan, mantra sangat eksklusif, tidak boleh dituturkan
sembarangan, karena bacaannya dianggapa keramat dan tabu. Mantra biasanya diciptakan
oleh seorang dukun atau pawang, kemudian diwariskan kepada keturunan, murid
ataupun orang yang ia anggap akan menggantikan fungsinya sebagai dukun.
Kemunculan dan penggunaan mantra
ini dalam masyarakat Melayu, berkaitan dengan pola hidup mereka yang
tradisional dan sangat dekat dengan alam. Oleh sebab itu, semakin modern pola
hidup masyarakat Melayu dan semakin jauh mereka dari alam, maka mantra akan semakin
tersisihkan dari kehidupan mereka. Berikut ini satu contoh mantra yang sering dibaca
oleh suku
Laut ketika mereka melempar pancing ikan ke dalam air: Air pasang telan ke
insang; Air surut telan ke perut; Renggutlah!; Biar putus jangan rabut.
Mantra untuk ’Pakaian’ atau Pelindung Diri
Mantra yang digunakan untuk menjaga diri sering juga disebut penangkal, tangkal atau azimat,
biasanya dibacakan pada benda tertentu. Setelah pembacaan mantra, benda tersebut
diyakini akan memiliki kekuatan gaib yang mampu melindungi pemakainya. Jadi,
bisa disimpulkan bahwa, pembacaan mantra
pada benda tertentu yang akan dijadikan
tangkal merupakan bagian dari cara untuk mentransformasikan energi atau
kekuatan ke dalam benda tersebut. Selanjutnya, kekuatan
yang terkandung dalam benda tersebut akan melindungi pemakainya
Tangkal atau penangkal ini merupakan bagian dari upaya orang Melayu untuk
mengatasi tantangan internal dan eksternal yang mereka hadapi, dan jenisnya
cukup banyak di antaranya: (1) penahan atau penguat; (2) pelindung; (3)
penunduk (4) pemanis dan pengasih (5) pembenci. Berikut ini beberapa contoh mantra pelindung diri:
1. Mantra Penahan atau Penguat
a. Mantra Pengeras Badan
Ya man, ya
ras, ya Malik
Ya
kuserahkan kepada kamu
b. Mantra Penahan Kulit
Kejang aku
kejang rungkup
Kejang
tunjang tengah laman
Kebal aku
kebal tutup
Terkucap
kulit tak berjalan
Terkunci
terkancing tak mara
c. Mantra Kuat Tenaga
Bismillahirrahmanirrohim
Hai besi
bangunlah engkau si raja besi
Yang
bernama si ganda bisa
Engkau
duduk di kepala jantungku
Bersandar
di tiang arasy
Kuminta
tinggalkan insanku
Kuminta
rendah insan sekalian
Berkat aku
memakai wujud kodrat sayyidina ali
Bujur lalu
melintang patah
Lalu juga
kehendak Allah
Berkat
lailaha illallah
Muhammadarrasulullah
d. Mantra “Pengering” Olahraga
(membuat lawan bermain gentar)
Bismillahirrahmanirrohim
Assalamualaikum…mualaikum
salam
Harimau
datang mayat semua menanti
Mayat
datang harimau semua menanti
Berkat
lailaha illallah
Muhammadarrasulullah
e. Mantra Pengeras Tendangan
Bismillahirrahmanirrohim
Auzubilla
minannar arrim
Mufaiza
hatal ya rasulullah iza kital maut
Mim
kepalaku, bahuku nun
Pusatku
dal
Kakiku
alam-tubuhku
Aku kasih
Allah
2. Mantra Pelindung
a. Pelimun
Bismillahirrahmanirrahim
Perabun
pelias peliseh
Perabun
pelias peliseh
Perabun
pelias peliseh
Sekalian
jin dan syetan seteru lawanku
Berkat
lailaha illallah
Muhammadarrasulullah
b.
Disegani Orang
Bismillahirrahmanirrahim
Batu
bertitik batu berdenting
Tiga batu
dacing
Mulut
terpempan gigi
terkancing
Kau..(sebut
nama orangnya)..tak boleh berlebih kata padaku
Durhaka
engkau lebih-lebih kepada Allah
Berkat
kalimat lailaha illallah
Muhammadarrasulullah
c. Tangkal
Jaga Rumah
Bismillahirrahmanirrahim
Imat-imat
katemu itu
Mitu
melion kate Allah
To badanda
berkata-kata
Tak hendak
kau datang memijak halaman rumahku
Karene
telah ade penjaga pintu
Berdurhake
kau kepade Allah
Bila hendak
membinase rumahku
Berkat
kalimat laihaillallah
Muhammadarrasulullah
d. Tangkal
Bajang (Hantu Jembalang)
Bismillahirrahmanirrahim
Anak gang
anggu bukan kau punya anak
Aku punya
anak
Aku tau
anak
Kau bujang
nas beranak
Batu ampar
tengah air
Aku tau
asal kau bajang
Sah aku
menawar bajang sianu itu
Berkat
kalimat lailahaillallah
Muhammadarrasulullah
3. Mantra Penunduk
a. Mantra Pelemah Asal
Bismillahirrahmanirahim
Assalamualaikum
Badan
engkau bernama tanah
Tanah
mekhayal darah
Engkau
bernama darah muharrap
Urat
engkau bernama mahdini
Tatkala
bapak engkau mengandung darah putih
Tatkala
ibu engkau mengandung darah merah
Cih
menguceh
Mani asal
engkau menjadi
Berkat
lailaha illallah
Muhammadarrasulullah
b. Mantra Pelemah
Bismillahirrahmanirrahim
Rebah ramu
engkau berdiri ramu aku
Rebah
syarak engkau berdiri syarak aku
Aku
mengambil baja sejengkal dalam diri engkau
Berkat
lailaha illallah
Muhammadurrasulullah
c. Mantra Penunduk
Gempa ali
gempa gempita
Dang sari
gajah berlenggang
Sah aku
anak harimau yang garang
Batu
congkol hatiku
Nibung
kering tulangku
Berkat doa
baginda Ali
Gentar
bumi gentar langit
d. Mantra Penunduk Hantu Laut
Hai hai,
anak datuk laut
Nyalah
engkau, pergilah
Jikalau
engkau tidak pergi
Aku pukul
dengan ijuk tunggal
Dengan
ijuk pusaka
Aku sekal
kepalamu dengan sengkalan
Aku tau
asalmu jadi
Dari kun
fayakun
Berkat
kalimat laihaillallah
Muhammadarrasulullah
Pua-pua
adanya
e. Mantra Penunduk Buaya
Hai si
jambu rakai
Sambutlah
Pekiriman
putri
Runduk di
gunung
Ledang
Embacang
masak sebiji bulat
Penyikat
tujuh penyikat
Pengarang
tujuh pengarang
Diorak
dikembang jangan
Kalau kau
sambut
Dua hari
jalan ketiga
Ke darat
kau dapat makan
Ke laut
kau dapat aku
Aku tau
asal kau jadi
Tanah liat
asal kau jadi
Tulang
buku tebu asal kau jadi
Darah kau gila,
dada kau upih
f. Mantra Penghalau Setan
Bismillahirrahmanirahim
Hantu raya
jembalang raya
Datang
engkau dari hutan raya
Kembalilah
engkau ke hutan raya
Engkau
jangan bertemu anak sidang manusia
Jika
bertemu anak sidang manusia
Tunduk
engkau tujuh kali kepada aku
Umat
Muhammadlah yang sebenarnya
Berkat
kata laihaillallah Muhammadarrasulullah
g. Mantra Agar Menang
Allah kata
salah
Muhammad
kata silih
Jibrail
kata fana
h. Mantra Penunduk Anjing
patah
ranting ditendang kuda
mulut
terkancing mata buta
puh!
4. Mantra Pemanis dan Pengasih
a. Pemanis
Minyak
Tuang
minyak kutuang
Kutuang di
tapak tangan
Bukan aku
minyak seorang
Aku minyak
bulan bintang
Matahari
dan cahaya
Cahaya
bulan dan cahaya aku
Cahaya
bintang cahaya aku
Cahaya
matahari cahaya aku
Cahaya Allah
cahaya Muhammad
Berkait la
ilahaillallah
Muhammadarrasulullah
b.
Pelembut Hati
Yatim aku
mati tasauf kata Allah (3x)
Roh kalam
kawah kali-kali
Aku buang
darah gemuruh
Aku naik
darah berani
c.
Pengasih Bini
Salatu
salamu alisa isa wamumni
Aku ambil
hidup engkau
Sampai
mati akulah tuhan engkau
Akulah
nabi engkau di dunia ini
d. Bedak
Pemanis
Bedak olak
olek
Mari pakai
ujung gunting
Kupakai
bedak di luar kulit
Mesra
dalam daging
Dengan
berkat doa lailaha illallah
Muhammadarrasulullah
e. Peseri
Muka
Sirih
senggang kuning
Naik
belukar muda
Muka aku
bagai anak mambang kuning
Berkat aku
memakai doa setandang muda
Matahari
tidak berseri
Seri naik
ke tubuhku
Bulan
tidak bercahaya
Cahaya
naik ke mukaku
Caha Allah
caha Muhammad
Caha
baginda Rasulullah
5. Mantra Pembenci
Mantra–mantra
jenis ini sebenarnya juga berkembang di masyarakat, namun tidak terlalu banyak
karena penggunaannya yang tidak baik. Lafal mantra jenis ini masih dalam taraf pengumpulan.
Mantra Pengobatan
Berkembangnya
mantra–mantra dalam sistem pengobatan
Melayu berkaitan erat dengan persepsi mereka terhadap makna penyakit. Menurut
mereka, penyakit tidak hanya disebabkan oleh faktor-faktor nyata, tapi
terkadang juga disebabkan oleh faktor/hal yang tidak nyata atau gaib. Dalam
konteks ini, keberadaan mantra
berfungsi sebagai pemutus hubungan antara penyakit dengan faktor gaib yang
menjadi penyebabnya. Selain itu, pembacaan mantra juga diyakini dapat memperkuat keampuhan
dan efektifitas obat, sehingga proses pengobatan yang berlaku selalu diawali
dengan pembacaan mantra
pada obat-obat yang akan diminum. Orang yang berwenang atau memiliki otoritas
untuk membaca mantra
adalah dukun atau bomoh yang telah mendapat kepercayaan dari masyarakat.
Berikut
ini beberapa contoh mantra
yang sering dibaca oleh orang Melayu, sesuai dengan penyakit yang diderita:
1. Mantra untuk merawat tulang
yang patah.
Bismillahi
Rahmanir Rahim
Jong
sengkang kemudi sengkang
Tarik
layar kembang sena
Urat yang
kendur sudah kutegang
Urat yang
putus sudah kusambung
Teguh
Allah, tegang Muhammad
Sendi
anggota baginda Ali
Tulang
gajah, tulang mina
Ketiga
dengan tulang angsa
Patah
tulang berganti sendi
Badan
jangan rusak binasa
Berkat
sidi kepada guru
Sidi
menjadi kepada aku
La ilaha
illallah, Muhammadar Rasulullah
2. Mantra ketika meramu obat
Bismillahirrahmanirrahin
Bilang-bilang
topi ayiar
Den
lantiang jo tana buku
Solang
tulang lai cayiar
Kok kunun
dagiang nan sabuku
Kobual
Allah kobual Muhammad kobual bagindo Rasulullah
Barokat
guru aku dan doaku barokat lailahaillallah
Artinya:
Bismillahirrahmanirrahim
Bilang-bilang
tepi air
Aku lempar
dengan tanah baku
Sedangkan
tulang dapat cair
Apalagi
daging yang sebuku
Makbul
Allah makbul Muhammad makbul baginda Rasulullah
Berkat guru
aku dan doaku, berkat Lailahaillallah
3. Mantra penutup luka
Mantra ini dibaca untuk menutup luka, ataupun untuk mencegah
berlanjutnya pendarahan pada luka.
Bismillahirrahmanirrahim
Poli
terpoli
Besi
meluka
Besi
menangkal
Coba besi
merusakkan
Engkau durhaka
kepada Allah
Coba
engkau membinasakan daging
Engkau
durhaka kepada Allah
Tertutup
terkunci
Tertanggal
terpakai
Berkat doa
la haula wala quwwata
Illa
billahil aliyyil azhim
4. Mantra penawar racun (bisa)
Mantra ini disebut juga dengan mantra penawar, biasanya dibaca untuk
menyembuhkan seseorang dari penyakit yang disebabkan sesuatu yang berbisa,
seperti serangga, ular, racun ataupun sakit karena bisa lainnya. Orang Melayu percaya, melalui
pembacaan mantra
ini, kekuatan bisa (racun) akan hilang sehingga orang yang terkena bisa
tersebut dapat segera sembuh.
Bismillahirrahmanirrahim
Bismillah
aku menawar racun
Aku tau
asal racun
Anak lidah
asam racun
Seri manik
yang menawar
Jin semlut
yang punya tawar
Berkat
lailahaillallah
5. Mantra sakit perut
1
Bismillahirrahmanirrahim
Meghinju
megheijun megheceu
Meghiceu
suruh lari
Meghiceu
nakal
Meghinju
meghinju suruh lari
Pergilah
ke tempat kau suke
Jangan
lagi di sini
Berkat la
ilaha illallah
Muhammadarrasulullah
2
Bismillah
Lotong
kekah ijuk tali
Aku menawar
kembung segah
Kentut
jandi
Malam
senak mudik ke limbung
Si maru
rumah mak encik
Lantas
turun ke kaki
Turun bisa
Naik tawar
Aku
menawar bisa perut
Lotong
kekah ijuk tali
Aku
menawar kembung segah
Kentut
jadi
Mantra untuk Pekerjaan
Mantra jenis ini bertujuan untuk mempermudah pekerjaan, biasanya
dibaca ketika akan memulai pekerjaan. Mantra pekerjaan jumlahnya lebih sedikit dibanding mantra pakaian dan pelindung
diri, dan terkadang, terjadi juga tumpang tinding antara kedua jenis mantra ini, sehingga mantra pelindung diri dipakai
untuk mempermudah pekerjaan. Sebagai contoh, seseorang sering membaca mantra ‘pemanis’ dengan
harapan orang lain akan senang kepadanya, sehingga pekerjaan jadi mudah dan
lancar. Pekerjaan yang dibacakan mantra
biasanya berkaitan dengan pekerjaan untuk memenuhi kebutuhan pokok sehari-hari,
seperti bercocok tanam, berburu, berniaga, melaut dan lain sebagainya.
Dalam
pandangan hidup orang Melayu, ada keyakinan bahwa tanah, air, matahari, bulan,
tanaman, binatang, jin dan makhluk/benda lainnya memiliki semangat (spirit).
Untuk itu, diperlukan pembacaan mantra
agar semangat benda atau makhluk tersebut tetap positif
bagi manusia. Berikut ini contoh beberapa mantra tersebut.
1. Mantra Semangat Padi
1
Nur cahaya
munallah
Nur cahaya
mun putih
Name
semangat tapak kebun
Berkat
lailaha illallah
Muhamadarrasulullah
2
Bulat batu
kubula bulat
Bulat
batang padi
Aku tahu
asal kau ulat
Mate beras
mate kau menjadi
Berkat
lailaha illallah
Muhammadarrasulullah
3
Hai dayang
hijau
Lemah
lembut asal kau menjadi yang ikut
Panjang
kuku
Panjang
kaki
Panjang
tangan
Sah aku
menawar
Buah padi
menghijau
Berkat
lailaha illallah
Muhammadarrasulullah
4
Aku tahu
asal berau
Belaki
benih berau mah berau
Menih mah
benih
Berau
hitam berau putih
Berau-berau
laki bini
Sah aku
menawar belaki benih
Berkat
lailaha illallah
Muhammadarrasulullah
2. Mantra untuk Tanaman Jagung
Bismillahirrahmanirrahim
Hacutalla
hicu hicu
Kuserah
pada Adam
Bawa
antala boa
Jauhkan jagungku
dari berau
Berkat
kalimat lailaha illallah
Muhammadarrasulullah
3. Mantra Menanam Benih
Bismillahi
Assalamualaikum
nabi Tab
Yang
memegang bumi
Aku
menumpangkan anakku
Seri
Gading Gemala Gading
Di dalam
enam bulan angka ketujuh
Aku datang
mengambil balik
Dengan
lailaha illallahu
Kur
semangat
Kuur
semangat
4. Mantra Pengusir Hama Tikus
Bismillahirrahmanirrahim
Aku tau
asal engkau tikus tuk sitimuna
Itulah
asal tuk nek kau
Kau jangan
padiku
Kutawar
pada pisang tujuh biji
Ambillah
di tunggul ini
Berkat kalimat
lailaha illallah
Muhammadarrasulullah
5. Mantra Pengusir Babi
Batu
berita batu berani
Ketiga
batu belubang
Butak mata
tanggal gigi
Babi itu
tiada akan melawan
Nabi babi
itu nabi Yusuf
Asal jadi
dari bumi
Jihin yang
menguatkannya jihin buhok
Yang berkuda
padanya Saih Idris
6. Mantra Puseng Angin
Mantra ini dibaca jika seorang nelayan atau pelaut menghadapi
angin yang datang dari depan, sering disebut dengan angin sakal. Untuk
membalikkan angin tersebut, maka dibaca mantra ini:
Bismillahirrahmanirrahim
Watul
ijabah kurawana
Berkat
lailaha illallah
Muhammadarrasulullah
7. Mantra Penahan Gelombang
Assalamualaikum
nabi Khidir
Aku tau
pegangan engkau
Air laut
air darat
Aku
sedekah hati quran
Berhentilah
topan badai taung ribut gelimut
Berkat
lailaha illallah
Langganan:
Postingan (Atom)