Kamis, 23 Januari 2014

SIHIR KUNO

Misteri Kitab Sihir Kuno Calonarang Browse » Home » Militer » Sejarah » Misteri Kitab Sihir Kuno Calonarang Dalam banyak sejarah dan banyak riwayat, Ilmu sihir memang akan lebih ampuh jika dilakukan oleh seorang wanita. Dalam level ilmusihir yang setingkat, penyihir wanita (Witch) akan lebih unggul dibandingkan penyihir pria (Wizard). Tapi ada pula yang berpendapat bahwa jaman dahulu banyak terjadi perendahan martabat wanita, sehingga banyak wanita yang "dituduh" sebagai tukang sihir jahat. Besar kemungkinan karena pada masa itu sihir yang paling dikenal adalah sihir dewi Isis yang menggunakan simpul tali (simpul dewi Isis) sebagai medium sihir. Sihir ini berasal dari mesir, dan menyebar ke timur tengah. Uniknya sahabat anehdidunia.com, hampir semua penyihir yang melestarikan dan menggunakan simpul Isis sebagai medium sihir, berjenis kelamin wanita. Lepas dari itu, yang pasti bahwa ilmu sihir ini berasal dari jaman Babilonia kuno, yang diajarkan oleh dua orang Malaikat Harut dan Marut sebagai cobaan bagi manusia. Kemudian setelah itu SETAN lah yang mengajarkan ilmu sihir itu kepada manusia pada masa kerajaan Sulaiman. Oleh karena itu siapapun yang mempelajari ilmu sihir, berarti dia telah berada dalam kesesatan yang jauh atau kafir. (termasuk harry potter) Di Indonesia juga ada sebuah legenda yang berawal dari sebuah sejarah tentang seorang penyihir wanita yang dikenal jahat di masa kerajaan Kediri, yang dikenal dengan nama CALONARANG. Kisah Calonarang awalnya ditulis di naskah daun lontar (tidak diketahui siapa penulisnya) dengan aksara Bali Kuna. Jumlahnya empat naskah, asing-masing bernomor Godex Oriental 4561, 4562, 5279 dan 5387 (lihat Catalogus Juynboll II. P. 300-301; Soewito Santoso 1975; 11-12). Meskipun aksaranya Bali Kuna, tetapi bahasanya Kawi atau Jawa Kuna. Naskah yang termuda no. 4561, Beberapa bagian dari naskah 4562-5279 dan 5287 tidak lengkap sehingga dengan tiga naskah ini dapat saling melengkapi. Sebenarnya naskah no. 5279 dan 5287 merupakan satu naskah; naskah no. 5279 berisi ceritera bagian depan, sedangkan no. 5387 berisi ceritera bagian belakang. Naskah tertua no. 5279 berangka tahun 1462 Saka (1540 M). Semua naskah tersebut disimpan di Perpustakaan Koninklijk Instituut voor Taal – Land – en Volkenkunde van Ned. Indies di Leiden, Belanda. Naskah Calon Arang pernah diterbitkan dan diterjemahkan ke dalam bahasa Belanda oleh Prof. Dr. Poerbatjaraka (lihat “De Calon Arang” dalam BKI 82. 1926: 110-180) dan pada 1975 diterjemahkan ke bahasa Indonesia oleh Dr. Soewito santoso (lihat “Calon Arang Si Janda Dari Girah”, Balai Pustaka 1975). Uraian di bawah ini disarikan dari tulisan Dr. Soewito Santoso tersebut. Ringkasan kisah dalam naskah tersebut terdiri atas dua bagian: 1.Tentang Calon Arang, 2.Tentang pembagian wilayah kerajaan Airlangga kepada dua puteranya. Dan yang akan kita bahas adalah yang pertama yaitu kisah CalonArang Latar Belakang Sejarah Raja Airlangga (1006-1042 M) memerintah di Jawa Timur sejak 1021 M sesuai dengan isi prasati Pucangan (Calcutta). Pusat kerajaan Airlangga berpindah-pindah karena diserang oleh musuh. Prasasti Terep (1032 M) menyebutkan raja Airlangga lari dari istananya di Watan Mas ke Patakan karena serangan musuh. Prasasti tidak menyebutkan bahwa keraton Airlangga ada di Daha, tetapi naskah Calon Arang ini menyebutkan keraton Airlangga ada di Daha (Kediri). Pada masa itulah hidup seorang janda yang sangat sakti bernama Dayu Datu dari Desa Girah yaitu Desa pesisir termasuk wilayah Kerajaan Kediri, yang ahli ilmu sihir dan mendirikan sebuah padepokan sihir. Dayu Datu inilah yang kita kenal sebagai Calonarang. Calon Arang menuliskan semua ilmu sihirnya kedalam sebuah "Kitab", dan kitab sihir inilah yang dalam kisah "dicuri" atau diamankan oleh Mpu Bharadah, yang akhirnya berhasil mengalahkan Calon Arang. Tidak jelas keberadaan kitab sihir tersebut saat ini, tetapi beberapa orang murid Calon Arang (yang telah mempelajari sebagian ilmu sihir calon arang), melarikan diri ke pulau Bali. Di Bali mereka mengajarkan dan melestarikan sebagian ilmu yang mereka pelajari dari calon arang, dan ilmu itu sekarang kita kenal dengan nama Leak. Oleh karena itulah kisah calon arang ini sangat dekat dengan adat masarakat hindu Bali sehingga calon arang di klaim sebagai orang Bali. Perlu diketahui juga bahwa pada masa itu Bali juga berada dalam kekuasaan Airlangga, dan diperintah oleh adik dari Airlangga sendiri yang bernama Anak Wungsu. Yang menarik adalah pada masa itu, agama yang populer adalah agama Budha aliran Tantrayana. Tantrayana mengajarkan cara pintas menuju Moksa. Upacara yang dilakukan antara lain menari-nari di atas kuburan dengan iringan musik (instrumen kangsi dan kemanak) sambil minum darah dan makan daging mayat yang dilakukan pada malam hari bertelanjang badan. Ajaran ini kemudian juga dianut oleh raja Kertanegara (1268-1292 M) dari Singasari. Dengan cara demikian terjadilah pertemuan jiwa antara pelaku upacara dengan dewanya (lihat juga naskah Tantu Panggelaran disertasi dari Th. Pigeud 1924). Meskipun Ajaran Tantra dimasudkan untuk kebaikan bukan kejahatan, tapi diyakini Calon Arang juga melakukan ritual yang serupa yang dia lakukan untuk menyembah/memohon pada Btari Durga, yang notabene adalah salah satu dewi agama hindu. Sinkritisme? Lebih menarik lagi fakta yang diketahui bahwa Mpu Bharada beragama Budha, sedangkan muridnya, yaitu raja Airlangga beragama Hindu Ilmu Leak adalah sebagian dari Ilmu Sihir Calonarang Di Bali Ilmu leak dikenal masyarakat luas, ilmu ini memang teramat sadis karena dapat membunuh manusia dalam waktu yang relatif singkat. Ilmu Leak dapat juga menyebabkan manusia mati secara perlahan yang dapat menimbulkan penderitaan yang hebat dan berkepanjangan. Dalam masyarakat Bali khususnya yang beragama Hindu dikenal dengan istilah “Rua Bineda” yaitu Rua berarti dua dan Bineda berarti berbeda yang artinya ada dua yang selalu berbeda, seperti adanya siang dan malam, ada suka dan duka, ada hidup dan mati. Demikian pula dengan ilmu ini ada ilmu yang beraliran kiri disebut Ilmu Hitam atau Ilmu Pengeleakan dan sebagai penangkalnya ada ilmu yang beraliran kanan atau Ilmu Putih?. Ilmu Hitam atau Ilmu Pengeleakan, tergolong "Aji Wegig" yaitu aji berarti ilmu, wegig berarti begig yaitu suatu sifat yang suka menggangu orang lain. Karena sifatnya negative, maka ilmu ini sering disebut "Ngiwa". Ngiwa asal katanya kiwa (Bahasa Bali) artinya kiri. Ngiwa berarti melakukan perbuatan kiwa alias kiri. Ilmu leak ini bisa dipelajari pada lontar – lontar yang memuat serangkaian Ilmu Hitam. Lontar –lontar atau buku – buku jaman kuno yang terbuat dari daun pohon lontar yang dibuat sedemikian rupa dengan ukuran panjang 30 cm dan lebar 3 cm, diatas lontar diisi tulisan aksara Bali dengan bahasa yang sangat sakral. Murid2 calonarang yang melarikan diri ke bali menuliskan Ilmu Pengleakan pada kitab lontar dan membuatnya dalam empat kitab yaitu : 1. Lontar Cambra Berag, 2. Lontar Sampian Emas, 3. Lontar Tanting Emas, 4. Lontar Jung Biru. Ilmu leak ini ada tingkatan – tingkatannya yaitu : 1. Ilmu Leak Tingkat Bawah yaitu orang yang bisa ngeleak tersebut bisa merubah wujudnya menjadi binatang seperti monyet, anjing, ayam putih, kambing, babi betina (bangkung) dan lain – lain. 2. Ilmu Leak Tingkat Menengah yaitu orang yang bisa ngeleak pada tingkat ini sudah bisa merubah wujudnya menjadi Burung Garuda bisa terbang tinggi, paruh dan cakarnya berbisa, matanya bisa keluar api, juga bisa berubah wujud menjadi Jaka Tungul atau pohon enau tanpa daun yang batangnya bisa mengeluarkan api dan bau busuk yang beracun. 3. Ilmu Leak Tingkat Tinggi yaitu orang yang bisa ngeleak tingkat ini sudah bisa merubah wujudnya menjadi Bade yaitu berupa menara pengusungan jenasah bertingkat dua puluh satu atau tumpang selikur dalam bahasa Bali dan seluruh tubuh menara tersebut berisi api yang menjalar – jalar sehingga apa saja yang kena sasarannya bisa hangus menjadi abu. Ilmu Pengleakan Bali sangat menakutkan, dan itu baru SEBAGIAN dari apa yang tertulis dalam kitab calonarang. Bayangkan kalau seluruh ilmu sihir yang ada dalam kitab calonarang ditemukan .... Calonarang sering disebut Rangda Nateng Girah yaitu Rangda artinya Janda, Nateng artinya Raja (Penguasa). Girah adalah nama suatu desa. Jadi ‘’Rangda Nateng Girah’’ artinya Janda Penguasa desa Girah. Calonarang adalah Ratu Sihir yang sangat sakti, pada jaman itu bisa membuat wilayah Kerajaan Kediri mengalami Gerubug/Pageblug/Epidemi atau wabah yang dapat mematikan rakyatnya dalam waktu singkat, yaitu pada wilayah pesisir termasuk wilayah desa Girah. Dibawah ini adalah kisah calonarang versi bali, sehingga calonarang disebut ibu, dan ilmu sihirnya disebut leak. Kisah ini pernah juga di filmkan dan diperankan oleh sang artis ratu horor, Suzzana ... Kisah Calon Arang Di Kerajaan Kediri pada masa pemerintahan Airlangga yaitu didesa Girah ada sebuah Perguruan Ilmu Hitam atau Ilmu Sihir yang dipimpin oleh seorang janda yang bernama Ibu Calonarang (nama julukan dari Dayu Datu). Murid – muridnya semua perempuan dan diantaranya ada empat murid yang ilmunya sudah tergolong tingkat senior antara lain : Nyi Larung, Nyi Lenda, Nyi Lendi, Nyi Sedaksa. Diposkan oleh Ainut Tijar Selasa, November 06, 2012

Misteri Kitab Sihir Kuno Calonarang

Misteri Kitab Sihir Kuno Calonarang

Rabu, 22 Januari 2014

SIHIR

Alam Jin dan Sihir E-melkan IniBlogThis!Kongsi ke TwitterKongsi ke Facebook Kita sering mendengar gangguan makhluk halus. Gangguan ini terdapat 4 jenis; 1-Sering diganggu 2-Kadang kala 3-Dikuasai oleh makhluk tersebut secara keseluruhannya 4-Ditumpangi oleh makhluk tersebut pada bahagian tertentu anggota badan. Sebab-sebab diganggu berbagai-bagai antaranya; 1-Sebab ia diganggu oleh manusia lalu ia berdendam 2-Sebab ia suka kepada seseorang lalu ia mengganggu 3-Sebab dihantar oleh tukang sihir untuk memudharatkan orang tertentu. Walaubagaimana pun kaedah untuk mengelaknya boleh dilakukan.Ia digalakkan bagi mereka yang terpaksa membantu perawat memegang pesakit yang dirasuk atau sebagai pendinding untuk persediaan mempertahankan diri. Kaedahnya; 1- Melaksanakan seluruh perintah Allah dan Rasul 2-Tidak melakukan dosa dan Maksiat 3-Melakukan banyak amal ibadah dengan ikhlas seperti membaca al-Quran,solat berjemaah,solat malam dsb. 4-Membaca al-Fatihah, ayatul kursiy dan surah al-Ikhlas,al-Falaq dan al-Nas (3 Qul) diulang sebanyak 3 kali sebelum tidur. 5-Mengamalkan ayat yang ke 115-118 surah al-Mu'minun setiap kali selepas bersolat. 6-Mengamalkan "ruqyah Jibril" iaitu doa jibril yang diajar kepada Rasul s.a.w ketika malam Isra' Mi'raj iaitu ; أَعُوذُ بِكَلِمَاتِ الله التَّامَّاتِ الَّتِي لاَ يُجَاوِزُهُنَّ بَارٌّ وَ لاَ فَاجِرٌ مِنْ شَرِّ مَا يَلِجُ فِي الأَرْضِ وَ مَا يَخْرُجُ مِنْهَا وَمَا يَنْزِلُ مِنَ السَّمَاءِ وَ مَا يَعْرُجُ فِيْهَا وَمِنْ فِتَنِ اللَّيْلِ وَ النَّهَارِ وَ مِنْ طَوَارِقِ اللَّيْلِ وَالنَّهَارِ إِلاَّ طَارِقًا بِخَيْرٍ يَا رَحْمَنُ Di manakah jin tinggal Kita sering mendengar tentang kewujudan jin di sesuatu tempat yang dipanggil orang sebagai kawasan "keras" atau kata orang jawa "angker". Jin sudah lama menghuni di atas muka bumi ini. Tempat-tempat yang disukai oleh makhluk ini ialah ; Tempat-tempat sunyi dan yang telah ditinggalkan. Tempat lapang seperti padang. Tempat bernajis seperti tandas dan tempat najis-najis binatang yang sudah kering. Tempat kotor seperti sampah. Kubur-kubur. tempat-tempat maksiat dan yang melalaikan seperti disko, pesta-pesta dan pasar. Jenis-jenis Sihir Jenis-jenis sihir terlalu banyak, antaranya; 1-Sihir pisah, sihir yang pertama sekali wujud yang dipelajari oleh penduduk Babil seperti menceraikan suami isteri, ayah dan bapa dan sebagainya. 2- Sihir sakit seperti memberi sakit kepada mangsa. 3- Istihadhah, seperti "bleading". 4- Permusuhan dan rasa benci. 5- Kunci mulut 6- Menimbulkan tuduhan 7- Pembusung 8- Pelumpuh 9- Penghalang nikah. 10-Pengkhayal. 11-Menakut-nakutkan. 12-Mengwas-waskan 13-Menghantar suara-suara ghaib 14-Penghalau 15-Penghalang pasangan. 16-Penggugur janin 17-Pelemah dan penunduk. Sejarah Kewujudan Sihir Munculnya ilmu ini ketika dua malaikat iaitu Harut dan Marut di Babil (sila rujuk dalam surah al-Baqarah:102).Ketika itu syaitan sedang membongkar bahawa Nabi Sulaiman yang mengajar sihir dengan memfitnah beliau menyimpan mentera tersebut di bawah kerusinya.Orang babylon pada masa itu sedang sibuk menggunakan ilmu sihir dan mereka menyembah bintang-bintang dan mempercayai bahawa ia mentadbir urusan alam ini. Sekiranya mereka menyembah untuk memohon hajat atau berlindung dari bala mereka akan membaca mentera dan menggunakan asap sebagai "perantaraan". Tangkal dan azimat juga digunakan untuk tujuan tersebut.Sihir diibaratkan seperti nafas yang keluar dari paru-paru yang dirasai oleh orang yang bernafas itu sendiri walaupun ia tidak melihatnya. Ilmu ini akan bergerak cergas pada waktu penghujung malam sehingga waktu subuh. Orang Arab menamakan sihir sebagai "rahsia yang menyakitkan"kerana ia memberikan kesakitan tetapi tidak dapat dilihat.Perbuatan menyihir mengandungi dua dosa yang besar iaitu syirik dan memudharatkan atau membunuh orang lain.Ianya diantara salah satu dari 7 dosa-dosa besar yang disebut oleh Rasulullah s.a.w PEMIMPIN-PEMINPIN JIN Jin juga mempunyai pemimpin dan kerajaannya tersendiri. Antaranya ialah :- 1. Raja Jin Alam bawah yang kafir ialah seperti Mazhab, Marrah, Ahmar, Burkhan, Syamhurash, Zubai'ah dan Maimon. 2. Empat Raja Jin Ifrit ( Jin yang paling jahat ) yang mempunyai kerajaan yang besar yang menjadi menteri kepada Nabi Allah Sulaiman a.s. ialah seperti Thamrith, Munaliq, Hadlabaajin dan Shughal. 3. Raja Jin Alam atas yang Islam pula ialah Rukiyaail, Jibriyaail, Samsamaali, Mikiyaail, Sarifiyaali, 'Ainyaail dan Kasfiyaail. 4. Raja Jin yang menguasai segala Jin tersebut bernama THOTHAMGHI YAM TA LI. Manakala Malaikat yang mengawal kesemua Jin-Jin di atas bernama Maithotorun yang bergelar QUTBUL JALALAH. Nama-nama Jin dan Sifat-sifatnya Kata Ibnu Abdil Baar, Menurut ahli Kalam dan ahli bahasa, jin mempunyai nama-namanya mengikut peringkat-peringkatnya; Sekiranya ia hanyalah seekor jin maka namanya "jin" di dalam bahasa arabnya "jinniy". Sekiranya ia tinggal bersama manusia mereka menggelarnya " 'Aamir". Sekiranya ia menjelma di hadapan kanak-kanak mereka memanggilnya " Ar waah". Sekiranya ia menjadi jahat mereka memanggilnya "Syaitan". Sekiranya ia bertambah mengganas dan kuat mereka memanggilnya " Ifriit". Iblis bapa dan pujaan kepada semua jenis Jin, Iblis dan Syaitan. Asy-Syaitan - Syaitan-Syaitan Al-Maraddah - Peragu-peragu ( was-was ) Al-Afrit - Penipu-penipu Al-A'waan - Pelayan-pelayan Al-Tayaaruun - Penerbang-penerbang Al-Ghawwaasuun - Penyelam-penyelam At-Tawaabi - Pengikut-pengikut ( pengekor ) Al-Qurana - Pengawan-pengawan Al-Ummaar - Pemakmur. Thubar - Merasuk manusia yang ditimpa musibah dan bala. Daasim - Merasuk manusia untuk menceraikan ikatan siratulrahim, rumahtangga, keluarga sahabat-handai, jemaah dan sebagainya. Al-'Awar - Merasuk manusia supaya meruntuhkan akhlak, berzina, minum arak, liwat, berjudi dan sebagainya. Zalanbuur - Merasuk manusia dengan api permusuhan dan pembunuhan. 9 ANAK-ANAK SYAITAN YANG LAINNYA ZALITUUN : Duduk di pasar/kedai supaya manusia hilang sifat jimat cermat. Menggoda supaya manusia berbelanja lebih dan membeli barang-barang yang tidak perlu. WATHIIN : Pergi kepada orang yang mendapat musibah supaya bersangka buruk terhadap Allah. A'AWAN : Menghasut sultan/raja/pemerintah supaya tidak mendekati rakyat. Seronok dengan kedudukan/kekayaan hingga terabai kebajikan rakyat dan tidak mahu mendengar nasihat para ulama. HAFFAF : Berkawan baik dengan kaki botol. Suka menghampiri orang berada di tempat-tempat maksiat ( i.e. disko, kelab malam & tempat yang ada minuman keras ) MURRAH : Merosakkan dan melalaikan ahli dan orang yang sukakan muzik sehingga lupa kepada Allah. Mereka ini tenggelam dalam keseronokan dan glamour etc. MASUUD : Duduk dibibir mulut manusia supaya melahirkan fitnah, gosip, umpatan dan segalaapa sahaja penyakit yang mula dari kata-kata mulut. DAASIM ( Berilah Salam sebelum masuk ke rumah ) : Duduk di pintu rumah kita. Jika tidak memberi salam ketika masuk ke rumah, Daasim akan bertindak agar berlaku keruntuhan rumahtangga. (suami-isteri bercerai-berai, suami bertindak ganas, memukul isteri, isteri hilang pertimbangan menuntut cerai, anak-anak didera dan perbagai bentuk kemusnahan rumahtangga). WALAHAAN : Menimbulkan rasa was-was dalam diri manusia khususnya ketika berwudhuk dan solat dan menjejaskan ibadat-ibadat kita yang lain. LAKHUUS : Merupakan sahabat orang Majusi yang menyembah api dan matahari. Selain itu menurut dalam kitab Israeliat: 1. Hudais tugasnya: menyesatkan para ulama pada hawa nafsunya 2. Hudavis tugasnya : menganggu orang yang sedang solat tidak pada awal sholat tetapi ketika menjaga surah Al-Fatihah dan surah sesudahnya. Ketika iblis menganggu pada bacaan sholat dan rakaatnya, pada saat ragu surah Al-Fatihah sudah/belum dibaca, maka bacalah lagi. 3. Jalbanur tugasnya : mengganggu orang yang ke pasar untuk berdagang dengan tidak jujur. Membuat pengunjung betah berlama-lama di pasar. 4. Biter tugasnya : datang kepada orang yang kena musibah untuk membisikkan orang agar suudzon terhadap Allah. Padahal musibah yang kita terima adalah akibat alur perbuatan sendiri. 5. Mansud keturunan iblis : yang ditugaskan untuk memfitnah dan mengadu domba permusuhan. 6. Dasim tuganya : menimbulkan semangat melakukan perzinahan di antara umat Muhammad. 7. Ahwal tugasnya : membisikkan para pejabat untuk melakukan rasuah Jin mempunyai golongan-golongannya menurut hadis Rasulullah s.a.w iaitu ; Satu kumpulan yang terbang di udara Golongan yang menyerupai ular dan anjing Golongan yang tinggal setempat dan berhijrah. Jin Muslim dan Kafir Firman Allah dalam surah jin ayat 14, maksudnya ; "Sesungguhnya dari kalangan kami ada orang-orang yang taat dan ada pula orang-orang yang menyimpang dari kebenaran..." Firman Allah dalam surah Jin ayat 11 ; " Dan sesungguhnya di antara kami ada orang-orang yang soleh dan ada yang tidak demikian.Adalah kami menempuh jalan yang berbeza-beza". Dalam kedua-dua ayat di atas Allah telah menerangkan bahawa jin ada yang berugama Islam dan tidak Islam,malahan di kalangan yang islam pun ada yang fasiq dan menganut berbagai fahaman dan mazhab. Ertinya di kalangan meeka ada ahli Sunnah dan Syiah, Muktazilah, Jabariyyah dan mengikut berbagai-bagai jenis Tariqat sufi. Adakah Ular Jelmaan Jin? Rasulullah s.a.w melarang kita membunuh ular yang masuk ke dalam rumah kecuali ular yang dijumpai di luar rumah dibenarkan untuk dibunuh kerana ia berbisa dan berbahaya. Sekiranya ada terdapat seekor ular di dalam rumah maka jangan dibunuh tetapi memadailah dihalau dengan menyatakan : "Keluar engkau dari rumah ini kalau tidak aku bunuh engkau".Sekiranya ia masih didapati selepas 3 hari barulah dibunuh. Sebabnya kalau ia keluar itu menandakan ia jin Islam sekiranay tidak keluar kemungkinan dua sebab : 1- Barangkali ia adalah ular biasa. 2- Barangkali juga ia adalah ular jelmaan jin kafir maka ia layak dibunuh. Ahli Sihir Syaitan atau jin akan menyuruh manusia menjadi hambanya dengan menuruti perintahnya.Ini bererti manusia telah menjadi hamba dan khadam syaitan atau jin dan bukan sebaliknya sebagaimana yang selalu kita dengar.Antara syarat-syarat makhluk terkutuk ini untuk membantu tukang sihir atau dukun ialah ; 1- Mengenakan perjanjian khusus untuk menjaga rahsia bahawa ia telah bersekutu dengan syaitan atau jin. 2- Berpuasa secara khusus untuk syaitan tersebut dan bertaqarrub (menghampirkan diri) kepadanya melalui ibadat tersebut bukannya kerana Allah. 3- Menyembelih untuk syaitan dan berniat serta menyebut namanya. 4- Menulis ayat al-Quran dengan najis spt darah haid,darah burung yang tertentu dsb atau menulisnya secara terbalik. 5-Tukang sihir tidak bersuci badan dan bajunya. 6- Mengoyakkan mushaf, meletakkannya di tapak kasut dan membawa ianya ke dalam tandas. 7- Berpakaian yang bernajis dan terbalik 8- Bersuci dengan air susu dan memijak al-Quran dengan tapak kasut 9- Berzina dan menulis ayat al-Quran secara terbalik dengan air najis. 10- Membuat tangkal yang dibaca oleh jin kepada tukang sihir dan ditulis dengan air mani zina. 11- Membuat pertemuan dengan makhluk tersebut di tempat dan waktu yang tertentu. PERINGATAN : "Kerja sihir adalah kufur dan Tukang sihir adalah kafir". Catatan oleh muallij pada jam 9:13 PTG Labels: Sihir

bintora

Syirik dalam alam Melayu E-melkan IniBlogThis!Kongsi ke TwitterKongsi ke Facebook Azimat Dan Wafaq Serta Rajah-Rajah. Azimat adalah bahasa Arab yang ertinya kemahuan atau tekad yang sangat kuat. Mereka yang menyokong bahawa azimat serta wafaq boleh digunakan telah menyatakan bahawa azimat dan wafak adalah hasil karya lama' ahli hikmah dan dikaitkan bahawa tangkal dan jampi itu direstui oleh Rasulullah s.a.w. sendiri. Setiap amalan berkaitan disyaratkan pula agar dimulai dengan salam kepada Rasulullah, sahabat-sahabat Rasulullah, roh al-Muqaddasah, para 'Abid, Rijal Ghaib, Ashabul Kahfi, Nabi Khidir, Syeikh Ahmad bin Ali Albuni, Sayid Ahmad Haqqi Annazili dan sebagainya lagi. Mereka berkata bahawa ilmu-ilmu ini telah diajarkan oleh Syeikh Ahmad bin Ali Albuni menerusi kitab Syumusul Anwar, dan Kitab Manba'u Usulil Hikmah. Juga diajarkan oleh Risalah Mizanul Adil, juga oleh Imam Jalaludin Abdurrahman Assayuti dalam Kitab Ar Rahmatu fit Tibbi wal Hikmah, oleh Imam Ghazali dalam kitab Al-Aufaq dan juga oleh Ustaz Saayyid Muhammad Haqqi Annazili dalam kiab Khazinatul Asrar Wajalilatul Azhar. Ulama'-ulama1 ini mempunyai ilmu yang tinggi dalam agama Islam dan mereka telah menuntut dan mempelajarinya bertahun-tahun, baharulah mereka menulisnya bagi manfaat generasi kemudian. Pada umumnya, tangkal dan azimat dihukumkan sebagai haram dan syirik. Terdapat tiga buah hadis yang menyatakan sedemikian. Dari Umran ibn Husyain, beliau berkata "Sesungguhnya Nabi Muhammad s.a.w. melihat di lengan seorang laki-laki gelang azimat dari kuningan. Maka bersabdalah Nabi kepada orang itu: "Tanggalkanlah gelang itu, kerana ia tidak menambah kamu kecuali kelemahan, dan apabila engkau mati sedang ia masih di tanganmu, tentulah engkau tidak akan selamat selama-lamanya" Hadis Riwayat Ahmad Hakim. Dari hadis Riwayat Bukhari pula, dari Abi Basyin, bahawa dalam satu perjalanan ia pergi bersama Rasulullah s.a.w., maka diutuskan seorang utusan, agar jangan dibiarkan kalung azimat digantung di leher unta, dan kalau ada, supaya dipotong. Pada suatu ketika, Abdullah bin Mas'ud menjumpai isterinya memakai kalung yang ada tangkalnya, lalu kalung itu ditarik dan dipotongnya, kemudian dia berkata: "Seluruh keluarga Abdullah tidak boleh berbuat syirik kepada Allah dengan sesuatu yang tidak pernah diturunkan oleh Allah keterangannya". Setelah itu, dia berkata bahawa dia pernah mendengar Rasulullah s.a.w. bersabda: "Sesungguhnya jampi-jampian, tangkal dan guna-guna adalah syirik". Para sahabat kemudian bertanya: "Wahai Rasulullah ( Ya Aba Abdir Rahman), jampi-jampian dan tangkal telah kami mengenalinya, tetapi apakah yang disebut guna-guna itu?". Rasulullah menjawab: "laitu pekerjaan yang biasa dilakukan oleh orang-orang perempuan supaya dengan itu mereka tetap dicintai oleh suaminya". - Hadis Riwayat Ibnu Hibban dan Hakim. Satu lagi sabda Nabi s.a.w.: "Barang siapa yang menggantungkan azimat, maka sesungguhnya ia jadi musyrik". - Hadis Riwayat Ahmad. Guna-Guna. Nama ini biasa di kalangan masyarakat Melayu sendiri, dan ia tergolong kepada apa yang dipanggil Ilmu Pengasih. Banyak sungguh guna-guna ini. Ada antaranya amatlah merosakkan dan jelas syiriknya seperti mengambil Minyak Dagu iaitu dengan cara membakar mayat anak dara sunti dan mengambil minyak dari dagunya. Ada antara amalan ilmu pengasih ini menggunakan pula Ayat Takluk iaitu Ayat ke 30 dan 31 dari surah 27, di mana di katakan bahawa ia bisa menakluki wanita hingga dapat datang ke ribaan dan menurut apa sahaja perintah. Orang-orang perempuan Melayu pula ada yang "mengena" suaminya agar menjadi bodoh serta sayang padanya dengan amalan yang dipanggil Nasi Cangap atau Nasi Tangas. Ada juga wanita yang memberi makanan yang kotor dari badannya untuk di makan oleh suaminya. Ada pula suami yang "menapa" darahnya selama 40 hari kemudian akan dicampurkan dengan maninya lantas dimasukkan ke dalam makanan isterinya agar isterinya kasih kepadanya. Terdapat tangkal guna-guna yang biasa diajarkan kepada wanita oleh orang-orang tua agar suaminya tidak berkahwin lagi supaya sentiasa sayang padanya. Antaranya ialah Tangkal Kunci Air, Tangkal Lam Kunyit, Tangkal Kacip Fatimah, Tangkal Tongkat Tua, Tangkal Cermin dan sebagainya lagi dengan tujuan supaya farajnya sempit "Seperti lubang jarum" dan agar farajnya panas "Panas seperti bara tempurung" dan sentiasa seperti anak dara "Fatimah mengembalikan daraku" dan pelbagai lagi rahsianya yang dirasakan tidak perlu dicatatkan di sini. Orang lelaki pula mendapatkan guna-guna ini samada untuk isterinya atau untuk berbuat jahat dengan wanita lain. Pelbagai perkara yang pelik berlaku dan diamalkan di mana ada wanita yang mempunyai ilmu yang boleh mengalihkan lubang farajnya di sekitar badannya (contohnya diletakkan di bawah ketiaknya atau di tengkuknya) dengan tujuan menguji ilmu lelaki yang cuba menjima'nya. Di katakan bahawa lelaki yang mahu menjima’nya tidak akan berjumpa dengan lubang farajnya di tempat yang sepatutnya, dengan membaca guna-guna juga perkara itu bisa dialahkan. Tilikan Dan Firasat Di dalam kitab Sahih Bukhari, dari Nabi s.a.w. bahawa beliau pernah ditanya tentang tukang-tukang tilik atau dukun (tukang tenung), maka sabda Rasulullah: "Mereka itu tidak ada apa-apa". Lalu para sahabat berkata: "Ya Rasulullah, bahawa mereka itu menceritakan sesuatu terkadang menjadi benar". Maka sabda Rasulullah, hal itu adalah perkataan dari yang hak (Allah), yang disampaikan oleh seorang jin (atau syaitan) lalu ditiupkannya di dalam telinga pembantunya (iaitu para dukun) seperti tiupan (atau patukan) ayam betina, lalu mereka campurkan perkataan yang benar dengan kedustaan lebih dari seratus". Sabda Nabi s.a.w. : "Mempelajari ilmu tenung sama hukumnya dengan mempelajari ilmu sihir, dan barang siapa yang datang kepada kahin (dukun) itu dan percaya apa yang di katakannya, dia telah ingkar kepada apa yang telah diturunkan kepada Nabi Muhammad s.a.w." Hadis Riwayat Muslim: "Barang siapa yang datang kepada satu tukang tilik tentang sesuatu perkara, lalu ia percaya akan dia, maka tidaklah diterima solatnya empat puluh hari". Nujum Pada suatu hari putera Rasulullah (Ibrahim namanya) meninggal dunia, dan pada waktu itu pula ada gerhana matahari dan malamnya ada gerhana bulan. Kemudian orang ramai ribut-ribut menyatakan bahawa yang menyebabkan kematian itu adalah kerana adanya gerhana matahari dan bulan itu. Apabila Rasulullah mendengar hal itu beliau bersabda: "Sesungguhnya matahari dan bulan itu, adalah dua tanda daripada beberapa tanda (kekuasaan) Allah. Gerhana itu tidak terjadi kerana lantaran mati atau hidupnya seseorang. Kalau kamu melihat ada gerhana, hendaklah kamu berdoa kepada Allah, bertakbir, dan mendirikan solat." - Hadis Riwayat Bukhari. Sabda Rasulullah s.a.w. " Barang siapa yang mengambil sebahagian dari ilmu nujum, maka ia telah mengambil sebahagian dari sihir." Hadis riwayat Abu Daud. Sihir. Hendaklah diketahui bahawa kadangkala, sihir itu menggunakan ayat-ayat Al-Quran. Inilah perkara yang paling bahaya sekali kerana amalan ini "berselindung" di belakang penggunaan ayat-ayat suci. Memang ada perkara ini di dalam masyarakat Melayu sendiri, contohnya penggunaan lafaz Allah untuk sihir, menggunakan ayat Quran untuk syarat-syarat azimat dan tangkal, berpuasa untuk ilmu tenung dan sebagainya lagi. Antara Sihir Dan Jampi Serapah Melayu Kata Ibnu Khaldun "Ilmu sihir dan tilik adalah suatu ilmu tentang persediaan-persediaan jiwa manusia untuk mempengaruhi alam kebendaan samada tanpa bantuan atau dengan bantuan dari langit. Yang pertama ialah sihir dan yang kedua ialah tilik." "Penduduk Babylon dari golongan Rabbani dan Kaldani, begitu juga kaum Qibti di Mesir dan lain-lain kaum, ada mempunyai karangan-karangan dan butir-butir mengenai sihir. Kemudian di Timur lahir pula Jabir bin Haiyan, seorang ahli sihir teragung dalam Agama Islam. Dia telah menatap buku-buku mengenainya dan telah menghasilkan amalan Simia, iaitu satu dari cabang ilmu sihir yang boleh menukarkan jasmani kepada suatu bentuk lain, dan amalan ini dapat dilakukan dengan kekuatan jiwa, bukan dengan perbuatan makmal." "Jiwa-jiwa yang mempunyai kuasa sihir ada tiga martabat. Martabat pertama ialah yang dapat mempengaruhi melalui kemahuan semata-mata tanpa bantuan. Inilah yang di katakan sihir oleh golongan failasuf. Martabat kedua ialah yang dapat mempengaruhi dengan bantuan dari mizaj, bintang-bintang, elemen-elemen alam atau angka-angka bilangan, ini dinamakan tilik iaitu yang lebih lemah mertabatnya dari yang pertama. Martabat ketiga ialah yang dapat mempengaruhi perasaan yang berkhayal dan bertindak ke atasnya dan melemparkan kepadanya berjenis-jenis khayalan dan gambaran yang mahu di berikan dan kemudian membawanya kembali kepada alam nyata, seperti membuat mereka seolah-olah ternampak taman-taman bunga, sungai-sungai dan pohon-pohon sedangkan benda-benda itu tidak ada di depan mereka. Di kalangan ahli failasuf ini dinamakan khayalan atau hallucination." A.S. Hornby dalam Oxford Advanced Learner's Dictionary of Current English menyatakan bahawa sihir adalah "seni mengawal kejadian dengan pendakwaan penggunaan tenaga luar biasa, ia witchcraft, praktis tahayul primitif berdasarkan kepercayaan ke atas agen ghaib. Sihir hitam dilakukan dengan pertolongan syaitan dan sihir putih tanpa (?) pertolongan syaitan". Jampi atau jampi-jampi ditakrifkan oleh John D. Gimlette dalam A Dictionary of Malay Medicine sebagai "penggunaan serapah oleh bomoh atau pawang dalam amalan sihir Melayu. Menjampi ialah untuk mengubati secara sihir, contohnya bila bomoh menghembus ke atas muka atau badan pesakit, menggunakan serapah yang sesuai, dengan idea menyembuhkannya dengan cara menghembus tersebut". Menurut Prof. Mohd. Taib Osman dalam bukunya Malay Folk Beliefs, setengah-setengah bomoh Melayu mendakwa bahawa ilmu bomoh itu berasal dari Luqman al-Hakim, kata seorang bomoh "Kemala Hakim (Luqman al-Hakim) pada satu masa telah dihalau dari negerinya. Dia sampai di negara Raja Iskandar, di mana dia menjadi seorang tabib (bomoh) yang terkenal. Setelah beberapa lama, dia pun ghaib dim negeri tersebut dan sampai di Johor, di mana dia memakai nama Andra Tabib. Dari Johor dia pergi ke Pattani, di mana, sebagai Sheikh Tabib Ulia Tabib dia kemudiannya ghaib. Pada tempatnya muncul Tabib Empat Paku Alam, dengan gelaran Ulia Tabib Alang Naharu. Bila Tabib ini ghaib, muncul pula Seri Maharaja Tabib Paku Alam Naharu...”. Pengaruh Hindu pula menyelubungi praktis pawang. Satu serapah pawang mendakwa "Siva adalah Mahaguru, Nur Muhammad dan Luqman al-Hakim adalah pawang silam dan aku adalah pawang keempat". Perkataan pawang yang tua biasanya dikaitkan dengan Siva, Nabi Muhammad dan kadangkala hatta Allah. Ada juga yang mengaitkan Pawang Yang Tua kepada anak Adam, ada juga yang mendakwa bahawa "empat pawang asal" adalah ciptaan Allah dari empat sahabat lembaga Adam. Ada yang menyatakan bahawa orang pertama yang menjadi pawang hidup tidak lama selepas banjir besar Noh, dia ada delapan cucu yang mempunyai nama- nama Hindu, empat dari mereka, Batara Guru, Batara Kala, Berma Sakti dan ular Saktimuna menjadi penyihir di daratan, sementara empat lagi, Sedang Berma, Sedang Buana, Bujang Juara dan Raja Laut menjadi penyihir di lautan." Dengan kedatangan Islam, iktibar percintaan Yusuf dan Zulaikha telah digunakan bagi mencapai kesan yang serupa, dan menantu Rasulullah iaitu Saidina Ali, yang digelar Harimau Allah juga telah dikaitkan dalam praktik ilmu guna-guna, serta isteri beliau Fatimah (anakanda Rasulullah). Banyak jampian, sejak itu, menggunakan nama-nama nabi-nabi, wali-wali serta mereka yang terkenal di dalam Islam. Banyak juga nama-nama pohon disempenakan dengan nama Ali atau Fatimah atau Luqman al-Hakim seperti Tongkat Ali, Buku Ali, Janggut Ali, Akar Fatimah, atau Kacip Fatimah atau Daun Lukman al-Hakim. Dari segi Ilmu Kelamin, ada sihir yang bertujuan memisahkan di antara suami dan isteri, dan ada yang untuk menguatkan keinginan antara satu sama lain, antara yang awal dari sihir ini adalah yang diturunkan di Babil pada zaman dahulu, ditulis dalam Bahasa Sumeria, Bahasa kuno yang ujud beberapa abad Sebelum Masehi: "Bangunlah wahai dewi agung! Dan dengarlah aduanku! Kurniakanlah keadilan kepadaku dan ambillah perhatian terhadap keadaanku. Sesungguhnya aku menghadapmu dalam keadaan yang hina dan membentangkan kepadamu akan nasibku. Ia disebabkan oleh bencana yang ditimpakan oleh kedua-duanya ke atasku. Dan disebabkan benda-benda kotor ini yang mereka berdua gunakan. Semuga matilah tukang sihir perempuan ini dan berilah kehidupan padaku dewi! Dan semuga hancurlah tangkal azimat tukang sihir perempuan dan rosaklah sihirnya. Semoga dahan yang dipetik dari pohon Ru dapat mensucikan dirimu. Semoga dahan ini melepaskan daku, dan semoga hapuslah bau busuk mulutku di udara. Semoga aku dibersihkan oleh rumput Musytakil yang banyak memenuhi bumi..." Setelah kedatangan Islam, masyarakat Melayu tidak suka kepada nama sihir. Dipisahkan antara nama sihir dan nama jampi atau serapah, tetapi garis yang memisahkan hakikat sihir, jampi atau serapah itu pada umumnya tidak ada. Masyarakat Melayu keberatan untuk menyatakan bahawa jampi atau serapah itu sihir. Ini mungkin kerana jampi dan serapah itu dimulakan dengan Bismillah dan juga pula berakhir dengan Syahadah. Masaalah yang timbul bukan dari segi permulaan dan akhimya itu, tetapi yang di tengah-tengah jampi atau serapah itu. Selalu kedapatan bahawa pengertian ayat yang berada di antara kedua perkara tadi tidak difahami sebab musababnya dan tidak pula diajarkan sebab musabab itu kepada muridnya. Jika hendak diistilahkan sebagai do'a ia bukan do'a kerana jampi dan serapah itu telah ditemukan bacaannya, tidak boleh disebut dengan perkataan yang lain, jika salah sebutan perkataannya, maka jampi atau serapah itu "tidak menjadi". Kekaburan mengenai masalah jampi serapah dan sihir ini masih lagi berterusan pada masa sekarang ini terutamanya di kawasan desa pendalaman. Kebanyakan orang Melayu (Islam) berpendapat bahawa jampi serapah itu dibolehkan kerana ia diajar oleh Nabi Sulaiman a.s., tetapi perkara ini telah jelas dinafikan oleh Allah s.w.t., di dalam Surah Al-Baqarah Ayat 102 yang bermaksud: "Dan mereka mengikuti apa yang dibaca oleh syaitan-syaitan di masa kerajaan Sulaiman, dan Sulaiman bukanlah orang yang tidak beriman, tetapi syaitan-syaitan itulah yang tidak beriman, mereka mengajarkan sihir kepada manusia dan apa yang diturunkan kepada dua malaikat Harut dan Marut di negeri Babil dan kedua-duanya tidak mengajarkan kepada seseorang pun melainkan terlebih dahulu di katakan: Kami ini hanya membawa ujian (fitnah), sebab itu janganlah kamu menjadi orang-orang yang tidak beriman (kafir). Lalu mereka mempelajari dari keduanya apa yang akan memisahkan antara lelaki dan isterinya, dan mereka tidak dapat mendatangkan bahaya itu hanyalah dengan izin Allah, dan mereka mempelajari hal yang akan merosakkan kepada mereka bukan yang akan mendatangkan manfaat untuk mereka. Dan sesungguhnya mereka tahu betul bahawa siapa yang mengambil pelajaran itu tidak lagi mendapat bahagian di hari akhirat, dan sesungguhnya amat buruklah apa yang mereka perolehi dengan menjual diri mereka kalau mereka mengetahui". Begitulah dengan terperincinya dan jelas, asal usul sihir dinyatakan di dalam Al-Quran. Memang benar, bahawa di dalam pelajaran sihir itu ada perjanjiannya, yang berbagai rupa. Paling buruk dari segala perjanjian itu adalah memberikan jasad yang telah mati untuk didiami oleh syaitan. Amalan ini terdapat di masyarakat Melayu, dan ia juga dapat dikesan di dalam praktik setengah- setengah dari Ilmu Kelamin. Di dalam hal ini, mereka menjualkan jasad mereka apabila sahaja mereka mati, untuk dihuni oleh syaitan selama beberapa lama, mengikut perjanjian semasa ilmu tersebut dipelajari. Syaitan itu menghuni jasad yang telah mati itu untuk pelbagai tujuan. Contoh Jampi Serapah Ilmu Kelamin. Terdapat pelbagai jampi serapah atau mentera di dalam ilmu kelamin bangsa Melayu. Kebiasaannya ianya disertai dengan sesuatu amalan tertentu sebagai syarat semasa membacanya. Di bawah ini dicatatkan contoh-contoh jampi serapah yang diamalkan oleh masyarakat Melayu zaman dahulu. Cara melakukannya tidak dicatatkan di sini kerana dirasakan memadai untuk diketahui isi jampinya bagi penilaian dan perbandingan. Mentera Pengasih. "Hai pinang sepiak muri tanaman Maharaja Dewana, naik cahaya mukaku berseri-seri Si (nama) pandang mukaku terbuka hati yang berahi kepada aku Si (nama) pandang dadaku terbuka kasihan belas Si (nama) itu kepada aku. Pandang kanan terbuka kasihan belas Si (nama) itu kepada aku. Pandang kiri terbuka qabul hati dendam rindu kepada aku. Jika Si (nama) itu tiada kasih sayang cinta berahi kepada aku, derhakalah hatinya kepada aku. Sah Sidi pengajaran guru. Berkat do'a Laailahailallah Muhammad rasulullah." Guna-guna. "Bismillahir Rahmanir Rahiim, uratku lipat lendan tujuh, darah menggelegak di dalam kubur kena do'aku sehampir panas. Hai malaikat empat puluh empat, aku serulah engkau, aku suruhlah engkau, aku pinjamlah engkau. Suruhlah engkau pergi ambil hati (nama) itu rentak rentang bawa hantar kasih sayang kepada aku, siang dan malam tiada lupa pada aku. Lupa makan nasi lupa akan aku. Lupa air minum lupa akan aku. Lupa pakai kain lupa akan aku. Lupa sanggul rambut lupa akan aku. Lupa engkau menyusu ibumu tiada lupa akan aku. Dengan berkat do'a Lailahaillallah Muhammad rasulullah." Sirih Pemanis Pengantin "Bismillahir Rahmaanir Rahiim. Hei batu pahit batu mara. Berkat aku pakai sangka bunuh sangka mara. dari jauh engkau pandang aku engkau merah mata. Dari dekat engkau lembut hati sekalian ujud anggota engkau, sejuk hati engkau, engkau pandang aku seperti air telaga di bawah bukit. Dengan berkat do'a Lailahaillallah Muhammad rasulullah." Tangas Pakaian. "Bismillahir Rahmaaair Rahiim. Hai Ruh (nama) engkau terbang melayang dapatkan aku pulanglah. Hai Ruh kembalilah ke tempatmu yang asal, kalau engkau tidak kembali aniayalah dirimu. Hai Ruh (nama) pulanglah engkau dengan kudrat kuasa Tuhan Yang Maha Kuasa dengan berkat syafaat Nabi Muhammad dan sahabat-sahabatnya Abu Bakar, Omar, Uthman, Ali dan kebenaran kalimah Lailahaillallah Muhammad rasulullah." Ada juga jampian yang diamalkan oleh orang perempuan Melayu, yang mana ini juga berkaitan dengan Ilmu Kelamin, dapat diperhatikan bahawa terdapat banyak perkara yang kabur di dalam isi kandungan jampian-jampian ini. Tangkal Kunci Air. "Semendak air dalam talam. Kun mahbot mati kuman mati kurap mati dibunuh raja Allah. Raja Muhammad. Halia tumbuh terus tumbuh di dalam rangka urat. Tumbuh ujud tumbuh, urat tumbuh. Tumbuh tujuh warna rasa. Batu belah batu bertangkup di atas gigi air. Puki belah puki bertangkup. Aku memakai Kunci Air. Berkat do'a Lailahaillallah Muhammad rasulullah." Tangkal Lam Kunyit. "Takah kunyit, tauladan kunyit. Karang tumbuh di kuala. Daun segertang daun keranji. Sab masuk lubang buluh. Bagai digetang bagai dikunci. Aku memakai pengasih dalam tubuh. Cekur jantan cekur betina. Tanam dalam kota. Seorang jantan seorang betina. Aku memakai do'a tujuh rasa. Banyak rasa dirasa tak sama aku seorang. Tebing tinggi tanah liat bagai kuntum bunga melor. Bagai budak baru jadi. Hangat bara tempurung sempit lubang jarum. Banyak orang bersanggul aku seorang bersapu tangan. Berkat do'a Lailahaillallah Muhammad rasulullah.11 Tangkal Urat. "Putus urat bertemu sama urat. Putus kulit bertemu sama kulit. Hancur daging bertemu sama daging. Patah tulang bertemu sama tulang. Hei Gagak Semalan. Bukan engkau yang punya tawar. Tawar Datuk Andara Putih punya tawar. Bukan aku punya tawar. Tawar Datuk Andara punya tawar. Berkat do'a Lailahaillallah Muhammad rasulullah." Penyeri Muka "Masua Sukur menjadi pohon. Tajuk Malai menjadi dahan. Ya Ilahi Tuhanku. Tabul cahaya memandang mabuk dan malai. Bedak disapu Muhammad mengirai. Ku semangat Si (nama) itu. Tunduk kasih sayang memandang kepada aku. Cinta berahi semangat Si (nama) itu kepada aku. Inikan pulak engkau terlebih kasih kepada aku. Tangan yang kanan menggenggam semangat Si (nama) itu. Mabuk Si (nama) itu kepada aku. Berkat do'a Lailahaillallah Muhammad rasulullah." Jampi Mandi "Mandi hayat, mandi hayyun. Mandi hadrat, mandi katibin. Mandi roh, mandi qalam. Mandi badan serta nyawa. Berkat do'a Lailahaillallah Muhammad rasulullah." Perlu diketahui bahawa semua yang ada dicatat di atas ini adalah sekadar pengetahuan. Demikian serba sedikit catatan mengenai syarat-syarat yang ada padanya sebagaimana yang diketahui oleh orang-orang Melayu yang terdahulu. Penulis menasihatkan pembaca supaya tidak perlu mengamalkan aspek-aspek mistik seperti ini. Catatan oleh muallij pada jam 12:27 PG Labels: Aqidah

DOA PELINDUNG

Assalamu alaikum Ali sadikin Doa pelindung Dalam bahasa mandailing mantra disebut dengan bintora, tapi kalau saya melihat bahasa bintora ini dipakai orang-orang jaman dulu untuk doa-doa yang belum bernuansa islam. Dan sesudah islam masuk bahasa bintora ini jarang dipake untuk menyebut sebuah doa. Tapi karena makna doa ini saya lihat sangat dalam, maka tetap saya simpan dalam hati. Doanya; بسم الله الرحمن الرحيم Tagak aku dalam zat Duduk aku dalam sifat Nyawaku daripada Allah Tubuhku daripada Muhammad Jibrail berkata-kata Huuuuuu Allah Akhirul kalam wabillahit tauiq walhidayah Assalamu alaikum